Luwu Utara — Kekerasan mahasiswa Luwu Raya di Makassar memicu reaksi keras dari Bupati Luwu Utara. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Aksi Penyisiran Picu Ketegangan
Sebelumnya, sekelompok mahasiswa Luwu Raya menyisir sejumlah kampus di Kota Makassar. Mereka melakukan aksi kekerasan yang terekam dalam video dan langsung menyebar di media sosial. Publik pun merespons aksi tersebut dengan keresahan.
Bupati Luwu Utara mengecam keras tindakan itu. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun. Ia juga menyatakan bahwa salah satu pelaku berasal dari wilayah Luwu Utara.
“Karena kejadian penikaman yang melibatkan seorang warga asal Luwu Utara, kami sebagai pemerintah Luwu Utara menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak atas insiden ini,” ujar Bupati Luwu Utara.
Pemerintah Dorong Proses Hukum Tegas
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus mendorong aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara adil dan transparan. Mereka juga memberikan perhatian penuh kepada para korban untuk memastikan hak-haknya terpenuhi.
“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang telah memicu dan melakukan tindak pidana ini,” tegas Bupati Luwu Utara.
Imbauan Damai Bagi Mahasiswa Luwu Raya
Bupati mengajak mahasiswa asal Luwu Raya untuk menahan diri dan menghindari provokasi. Ia juga meminta semua pihak menjaga ketertiban dan menciptakan suasana damai di lingkungan kampus.
Ia berharap kekerasan mahasiswa Luwu Raya tidak terulang dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kedamaian serta solidaritas di dunia pendidikan.





Komentar