Takalar – Lapas Kelas IIB Takalar tegaskan komitmen membekali Warga Binaan dengan keterampilan berguna untuk kehidupan setelah bebas dari hukuman. Sebanyak dua puluh Warga Binaan kini mengikuti pelatihan kemandirian dengan dua fokus utama, yakni budidaya ikan tawar dan keterampilan meubel.
Dinas Perikanan bersama Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Takalar secara resmi membuka pelatihan dengan menyematkan tanda peserta. Berbagai pihak yang mendukung program pembinaan ini juga menghadiri acara pembukaan yang berlangsung di aula Lapas Takalar.
Pembinaan Keterampilan Menuju Kemandirian
Kepala Lapas Takalar, Mansur, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan yang menyeluruh, meliputi pengembangan kepribadian dan kemampuan praktis. “Jika pembinaan kepribadian menitikberatkan pada akhlak dan perilaku, maka pelatihan ini menjadi media untuk menumbuhkan keterampilan kerja yang sesuai dengan minat masing-masing warga binaan,” ujar Mansur Jumat (1/8).
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menjadikan warga binaan lebih produktif dan siap berkontribusi di masyarakat setelah masa pidana berakhir. Mansur berpesan agar peserta serius mengikuti pelatihan karena manfaatnya dirasakan saat di Lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.
“Jangan jadikan kegiatan ini sebagai beban, tetapi lihatlah sebagai wadah untuk berkembang. Kesempatan ini adalah bekal nyata untuk masa depan kalian,” tambahnya.
Siliwangi, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan rasa syukurnya atas adanya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membantu mengatasi kejenuhan selama menjalani masa tahanan. “Kami jadi tahu cara budidaya ikan tawar dan bisa tetap sibuk dengan kegiatan positif,” tuturnya.
Dengan adanya pelatihan kemandirian ini, Lapas Takalar berharap para Warga Binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan harapan dan keterampilan untuk memulai hidup baru yang lebih baik.





Komentar