Close sidebar
Advertisement Advertisement
Internasional Peristiwa

Den Haag Memerah, Ratusan Ribu Orang Gelar Aksi Solidaritas untuk Gaza

Ribuan warga Den Haag penuhi tempat kumpul demo

Den Haag — Den Haag, ibu kota administratif Belanda, berubah menjadi lautan merah pada Minggu (18/5) ketika lebih dari 100.000 orang turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza. Aksi ini menjadi demonstrasi terbesar di Belanda dalam dua dekade terakhir, dengan para peserta mengenakan pakaian merah sebagai simbol “garis merah” terhadap kekerasan yang terjadi di Gaza.

Demonstrasi ini diselenggarakan oleh berbagai organisasi hak asasi manusia dan lembaga bantuan kemanusiaan, termasuk Amnesty International, Save the Children, dan Doctors Without Borders. Mereka menuntut pemerintah Belanda untuk mengambil tindakan lebih tegas terhadap Israel dan menghentikan dukungan politik, ekonomi, serta militer selama Israel terus melakukan blokade bantuan dan diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Marjon Rozema dari Amnesty International menyatakan bahwasanya pemerintah Belanda harus menghentikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Israel.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Belanda: hentikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Israel selama negara itu memblokir akses ke pasokan bantuan dan selama negara itu bersalah atas genosida, kejahatan perang, dan pelanggaran hak asasi manusia struktural di Gaza dan Wilayah Pendudukan Palestina,” ucapnya.

Seorang demonstran, Rick Timmermans, menuduh pemerintah Belanda memasok suku cadang untuk pesawat tempur siluman F-35 yang digunakan Israel untuk menyerang Gaza. Sementara itu, Jolanda Nio, seorang guru berusia 59 tahun, menyatakan malu atas pemerintah.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

“Terkadang saya malu dengan pemerintah karena tidak ingin menetapkan batasan apa pun,” ungkapnya.

Aksi ini juga menyoroti meningkatnya korban jiwa di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak Israel melanjutkan serangan pada 18 Maret, sedikitnya 3.193 orang telah tewas, sehingga jumlah korban perang secara keseluruhan mencapai 53.339 orang.

Demonstrasi di Den Haag mencerminkan meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel dan sekutunya untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Dengan semakin banyaknya suara dari masyarakat global, termasuk dari negara-negara sekutu tradisional Israel, diharapkan akan ada langkah konkret menuju perdamaian dan penghentian kekerasan di wilayah tersebut.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Den Haag — Ibu kota administratif Belanda dipenuhi lautan manusia pada Minggu (18/5) ketika lebih dari 100.000 orang turun ke jalan untuk menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza. Massa mengenakan pakaian merah sebagai simbol “garis merah” terhadap kekerasan yang terjadi, menjadikan demonstrasi ini sebagai yang terbesar di Belanda dalam dua dekade terakhir.

Aksi ini digelar oleh berbagai organisasi hak asasi manusia dan lembaga kemanusiaan, termasuk Amnesty International, Save the Children, dan Doctors Without Borders, dengan tuntutan agar pemerintah Belanda mengambil langkah tegas terhadap Israel.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Belanda: hentikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Israel selama negara itu memblokir akses ke pasokan bantuan dan selama negara itu bersalah atas genosida, kejahatan perang, dan pelanggaran hak asasi manusia struktural di Gaza dan Wilayah Pendudukan Palestina,”
Marjon Rozema, Amnesty International

Seorang peserta aksi, Rick Timmermans, mengkritik keras dugaan keterlibatan Belanda dalam suplai peralatan militer.

“Pemerintah Belanda memasok suku cadang untuk pesawat tempur F-35 yang digunakan Israel untuk menyerang Gaza,”
Rick Timmermans, demonstran

Sementara itu, Jolanda Nio, seorang guru berusia 59 tahun, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pasif pemerintah.

“Terkadang saya malu dengan pemerintah karena tidak ingin menetapkan batasan apa pun,”
Jolanda Nio, demonstran

Demonstrasi ini juga digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban jiwa yang terus meningkat di Gaza. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa sejak serangan Israel dilanjutkan pada 18 Maret, sedikitnya 3.193 orang tewas, menjadikan total korban perang mencapai 53.339 jiwa.

Aksi solidaritas di Den Haag ini mencerminkan tekanan global yang semakin besar terhadap Israel dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan kekerasan dan memulai proses perdamaian yang nyata di wilayah konflik. Dunia kini menanti, apakah suara masyarakat sipil akan cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan internasional terhadap konflik Palestina-Israel. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *