Teheran – Pada Sabtu dini hari (14/6), Israel melakukan serangkaian serangan udara terhadap sistem pertahanan udara Iran di Ibu Kota Teheran. Menurut laporan Reuters, serangan tersebut menargetkan peluncur rudal permukaan-ke-udara (SAM) dan radar antipesawat di berbagai lokasi sekitar Teheran. Air defence Iran dilaporkan aktif menembak turun rudal-roket Israel, meski belum dikonfirmasi jumlah sasaran berhasil dihancurkan.
Beberapa jam setelah serangan, Iran membalas dengan menembakkan hampir seratus rudal balistik ke wilayah Israel. Menurut militer Israel, sebagian besar rudal Iran berhasil diintersep dengan bantuan sistem pertahanan udara Amerika Serikat . Serangan rudal Iran menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan di Rishon LeZion dan Ramat Gan; dua warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka ringan.
Otoritas Iran menyatakan jumlah korban tewas mencapai 78 orang dengan lebih dari 320 luka-luka akibat serangan Israel ke Teheran, termasuk di lokasi fasilitas nuklir Natanz dan Fordow. Di sisi lain, laporan internasional menyebut korban jiwa di Israel mencapai setidaknya tiga orang dan puluhan cedera akibat serangan balasan Iran.
Israel mengklaim serangannya menghantam pusat kendali rudal dan instalasi radar Iran, menggunakan sinergi antara pasukan udara dan operasi covert Mossad di dalam Teheran . Iran, di sisi lain, mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa drone dan dua pesawat tempur Israel, tetapi klaim tersebut belum diverifikasi oleh sumber independen.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan, dengan Iran menyatakan akan melanjutkan serangan, bahkan terhadap fasilitas militer AS, Inggris, dan Prancis di wilayah tersebut . Tanggapan internasional, termasuk PBB dan negara-negara Barat, menyerukan penahan diri, sementara pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Oman terancam gagal. <spl>





Komentar