Close sidebar
Advertisement Advertisement
Entertainment Internasional Makassar Sulsel

Makassar Jadi Sorotan di Festival Sinema Australia–Indonesia 2025 Lewat Karya Khozy Rizal

Makassar – Karya film pendek garapan sineas muda asal Makassar, Khozy Rizal, sukses ditayangkan dalam Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI) 2025. Festival ini merupakan perayaan satu dekade kerja sama budaya antara Indonesia dan Australia melalui film. Rangkaian FSAI digelar sejak Mei hingga Juni 2025 di sepuluh kota besar di Indonesia, termasuk Makassar. Di Makassar, festival berlangsung pada 13–14 Juni 2025 dan dipusatkan di CGV Trans Studio Mall (TSM). Penayangan film Khozy Rizal mendapat sambutan antusias dari penonton lokal.

Khozy Rizal, sineas kelahiran Makassar, sebelumnya dikenal lewat karya pendek Makassar Is a City for Football Fans. Film tersebut memenangkan Special Jury Prize di Festival Film Indonesia. Ia juga menyita perhatian dunia dengan film Basri & Salma in a Never-Ending Comedy, yang ditayangkan di Festival Cannes 2023. Dalam FSAI 2025, Rizal menampilkan film terbarunya yang diputar bersama deretan karya sineas Australia. Kehadirannya disambut positif oleh masyarakat dan komunitas film lokal.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

FSAI 2025 menampilkan lima film panjang dari Australia, dua film panjang Indonesia hasil kolaborasi Visinema Pictures, serta film pendek alumni Australia Awards. “Kami bangga melihat bagaimana sinema bisa membangun jembatan budaya yang kuat,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Menurutnya, FSAI bukan sekadar pemutaran film, tetapi juga bentuk diplomasi kreatif dan saling belajar antar dua negara. Festival ini menjadi ajang tahunan yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta film.

Selain pemutaran film, FSAI juga menghadirkan sesi edukasi berupa masterclass pada Sabtu, (14/6). Acara tersebut diisi oleh Victoria Duckett, akademisi dari Deakin Motion Lab Australia, yang membawakan tema “Sinema Imersif dan Teknologi VR/AI”. Kegiatan berlangsung di Hotel Melia Makassar pukul 10.00 WITA dan dihadiri puluhan peserta dari komunitas film lokal. Materi yang disampaikan mencakup tren teknologi produksi layar lebar, narasi interaktif, serta potensi sinema masa depan.

Kehadiran karya Rizal di festival ini menjadi bukti bahwa kota Makassar memiliki potensi besar dalam industri film nasional maupun internasional. “Melalui film, kami ingin berbicara tentang identitas dan pengalaman kami sendiri,” ujar Khozy Rizal kepada panitia festival. Rizal berharap lebih banyak sineas daerah mendapatkan ruang tampil seperti yang ia alami. Dengan dukungan diplomasi budaya dan akses pelatihan, film lokal dapat semakin kompetitif dan dikenal luas di tingkat global. <spl>

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *