Makassar — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar resmi memulai pembangunan kampus ke-6 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Langkah ini bertepatan dengan peringatan usia ke-71 UMI dan merupakan bagian dari upaya ekspansi institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyatakan bahwa pendirian kampus baru ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap pendidikan tinggi berkualitas. “Kami ingin memperluas kesempatan masyarakat, khususnya di daerah, untuk mengenyam pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau,” ujar Prof. Hambali.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang juga merupakan alumni UMI, menyambut baik pembangunan kampus tersebut. “UMI telah membentuk siapa saya hari ini. Dan tidak ingin anak-anak kita mengalami kesulitan seperti yang saya alami dulu,” ungkap Bupati Irwan. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menganggarkan hingga enam juta rupiah per mahasiswa per tahun untuk semua warga Luwu Timur, di mana pun mereka kuliah.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Mansyur Ramly, menjelaskan bahwa pembangunan kampus baru ini merupakan bagian dari komitmen UMI untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. “Kami berharap kehadiran kampus ini dapat memperkuat sinergi antara UMI dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” kata Prof. Mansyur.
Pembangunan kampus ke-6 UMI di Luwu Timur ini diharapkan dapat selesai dalam waktu dua tahun dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2027/2028. Kampus ini akan menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan lokal, termasuk pertanian, teknik, dan ilmu komputer.
Dengan langkah ini, UMI Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan berkontribusi pada pembangunan daerah di Indonesia Timur. <spl>





Komentar