Makassar – Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ansar, memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik yang terjadi di beberapa gedung kampus pendidikan tersebut. Dalam keterangannya pada Kamis (16/10/2025), ia menegaskan bahwa persoalan ini muncul akibat peningkatan penggunaan peralatan listrik yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Menurut Ansar, banyak ruangan kini telah menggunakan pendingin udara (AC), padahal sebelumnya hanya mengandalkan kipas angin. Perubahan itu membuat konsumsi listrik meningkat tajam. “Banyak tambahan peralatan listrik, ada beberapa gedung yang tadinya tidak punya AC di ruang kelas, sekarang ini sudah ada AC-nya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh ruangan kini sudah menggunakan AC, yang otomatis menambah beban daya.
Selain itu, jenis AC yang ada juga turut memengaruhi kebutuhan daya. Ansar menjelaskan bahwa beberapa unit AC sebelumnya bertipe gantung, namun kini dengan AC duduk yang memiliki daya lebih besar. “Yang kedua, tadinya ada yang cuma AC gantung karena besar ruangannya kita ganti jadi AC duduk, jadi bertambah juga daya listrik,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa fakultas sebenarnya sudah melakukan penambahan daya dan pembangunan gardu baru. Namun, setelah penggantian besar-besaran unit AC menjadi dua PK, sistem kelistrikan kembali bermasalah. “Kemudian ada tambahan daya, jadi kami sudah penambahan daya, ada penambahan gardu. Tapi setelah itu, AC yang rusak berat diganti semua, yang tadinya satu PK jadi dua PK,” paparnya.
Penanganan Listrik
Akibat ketidakseimbangan penggunaan listrik tersebut, beberapa kabel dan MCB mengalami kerusakan. “Akhirnya apa yang terjadi, tidak seimbang penggunaan, banyak kabel yang terbakar, banyak MCB yang terbakar, makanya harus ganti semua,” kata Ansar. Ia menambahkan bahwa penggantian komponen tidak bisa secara cepat karena harus melalui prosedur pengajuan, mengingat dana berasal dari anggaran negara.
Ansar memastikan bahwa pihak universitas kini sedang menangani permasalahan tersebut secara serius. Ia menyampaikan bahwa tim teknis sudah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh dengan estimasi waktu sekitar tiga minggu. “Kita dikasih waktu sekitar tiga minggu lagi untuk penyelesaian ini karena harus ada pengadaan materialnya, kabel-kabelnya, tiangnya juga mau dilepas semua karena sudah terbakar,” ujarnya.
Ia juga mengaku prihatin terhadap mahasiswa yang terdampak. “Saya lihat mahasiswa tersiksa karena tidak ada listrik di beberapa ruangan,” katanya. Meski demikian, Ansar menegaskan bahwa kondisi tersebut hanya bersifat sementara. “Tim teknis perencanaan mengatakan tiga minggu ke depan akan mulai baik lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, mahasiswa FIP UNM memang mengeluhkan padamnya listrik di sejumlah ruangan selama dua pekan terakhir, yang mengganggu jalannya proses perkuliahan.





Komentar