Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kampus Makassar

Bara di Kampus Oranye: Siapa Dalang di Balik Kerusuhan UNM?

Makassar – Suasana di Universitas Negeri Makassar (UNM) kian bergejolak. Di tengah kisruh nonaktifnya Rektor Prof. Karta Jayadi, kampus pelat oranye itu kembali menjadi sorotan akibat rentetan kerusuhan di UNM yang terasa lebih dari sekadar bentrok antar-mahasiswa.

Kerusuhan terbaru pecah pada Selasa, 5 November 2025, sekitar pukul 17.30 WITA, ketika sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerang dari arah Fakultas MIPA menuju Fakultas Teknik. Lima motor hangus terbakar, sejumlah fasilitas rusak, dan kepanikan meluas di lingkungan kampus.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Para saksi mata, mulai dari mahasiswa hingga satpam, mengaku tak mengenali wajah para pelaku.

“Saya melihat banyak orang yang tidak saya kenal. Saya juga sudah koordinasi dengan Dekan MIPA, dan dia mengatakan hal yang sama,”
ungkap Wakil Dekan III Fakultas Teknik, menegaskan bahwa penyerangan itu diduga dilakukan pihak luar.

Yang membuat situasi semakin panas, insiden ini terjadi hanya sehari setelah Prof. Karta Jayadi resmi dinonaktifkan, digantikan sementara oleh Prof. Farida dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Prof. Karta sebelumnya terseret dugaan kasus pelecehan seksual yang kini ditangani aparat penegak hukum.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Namun, kerusuhan di UNM tak berhenti di situ. Dua hari sebelumnya, 2 November 2025 dini hari, serangan misterius juga melanda Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) usai konsolidasi aksi bertajuk “Adili Rektor.”

Belum sempat reda, 4 November, bentrokan kembali terjadi di Fakultas MIPA, persis sebelum aksi besar mahasiswa dimulai. Polanya sama: serangan datang dari arah yang tak jelas, pelaku tak dikenal, dan aparat kampus seolah kehilangan kendali.

Serangkaian peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kerusuhan di UNM sekadar konflik antar-fakultas, atau ada tangan-tangan yang bermain di balik layar?

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Di media sosial, warganet berspekulasi liar. Sebagian menilai kericuhan ini bisa jadi upaya pengalihan isu dari kasus besar yang menyeret pimpinan kampus. Ada juga yang menduga, kekacauan ini merupakan efek domino dari perebutan pengaruh setelah kursi rektor berganti.

Yang jelas, baik pihak rektorat maupun aparat kepolisian masih bungkam. Tak ada pernyataan resmi, tak ada penjelasan konkret. Hanya asap motor terbakar dan suara sirene yang tersisa — seolah menjadi simbol kampus yang kehilangan arah.

Di tengah citra akademik yang seharusnya menyejukkan, UNM justru terasa seperti bara yang terus menyala, menunggu siapa yang pertama kali terbakar oleh panasnya konflik ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *