Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Makassar Sulsel

Benteng Rotterdam dan Pantai Losari Resmi Jadi Kawasan Kekayaan Intelektual, Makassar Makin Mendunia

Benteng Fort Rotterdam

Makassar – Dua ikon wisata andalan Sulawesi Selatan, Benteng Fort Rotterdam dan Anjungan Pantai Losari, kini resmi menyandang status sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KI) Kategori Karya Cipta. Penetapan prestisius ini diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI dalam acara bertajuk “Satu Dekade Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Apresiasi KI” yang berlangsung di Graha Pengayoman, Jakarta, Rabu (4/6).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Supratman Andi Agtas, dan diterima oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, Andi Basmal, yang hadir bersama jajarannya.“Penetapan dua kawasan unggulan di Kota Makassar ini adalah buah dari kerja keras tim Kanwil Sulsel. Ke depan, kami akan terus mendorong kedua kawasan ini untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, serta perlindungan karya di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan,” ujar Andi Basmal.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini memberi nilai tambah besar terhadap identitas Makassar sebagai kota yang sarat sejarah sekaligus ramah inovasi.“Penetapan ini semakin memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi wisata budaya yang kaya akan nilai sejarah dan kreativitas lokal,” lanjutnya.

Menteri Supratman dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya sinergi antarlembaga guna memperkuat pelindungan kekayaan intelektual di tengah era digital yang terus berkembang.“Khususnya untuk indikasi geografis, kami berharap target tahun ini Indonesia menjadi peringkat pertama se-ASEAN dalam jumlah indikasi geografis terdaftar,” tegas Supratman.

Sebagai bentuk konkret dari upaya tersebut, Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tengah menjalin kolaborasi strategis, salah satunya bersama Bappenas untuk menyusun Rancangan Peraturan Presiden mengenai peta jalan pengembangan KI nasional. Kolaborasi serupa juga dilakukan dengan BRIN untuk mendukung peningkatan pendaftaran paten, hak cipta, dan indikasi geografis dari hasil riset lokal.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Turut hadir dalam acara tersebut mendampingi Kakanwil adalah Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Demson Marihot, serta Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Andi Haris, yang menjadi garda depan proses verifikasi hingga penetapan dua kawasan tersebut.

Pengakuan ini menjadi tonggak penting bagi Kota Makassar dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis intelektual dan budaya, sekaligus memperluas cakrawala perlindungan terhadap karya-karya kreatif anak bangsa di tingkat lokal maupun nasional. <spl>

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *