Makassar – Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin, pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 16.00 Wita. Massa aksi menutup satu ruas jalan menuju A.P. Pettarani hingga menyebabkan kemacetan cukup parah di kawasan tersebut.
Aksi ini digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Cabang Gowa sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Jenderal lapangan aksi, Awal Nugraha, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari rasa kecewa terhadap berbagai kebijakan pemerintah selama satu tahun terakhir.
“Hari ini kami turun ke jalan untuk mengevaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Banyak janji politik yang belum terealisasi dan kebijakan yang tidak tepat sasaran,” kata Awal Nugraha saat diwawancarai di lokasi aksi.
Soroti Program Makan Bergizi Gratis
Dalam aksinya, mahasiswa PMII UIN Cabang Gowa membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo–Gibran.
Awal menilai implementasi program tersebut belum merata di seluruh Indonesia dan masih menimbulkan banyak persoalan di lapangan.
“Kami menilai program makan bergizi gratis masih belum transparan, baik dari segi anggaran maupun pelaksanaan. Bahkan, kami menemukan banyak kasus keracunan siswa akibat program ini,” tegasnya.
Awal juga menyinggung pengakuan Presiden Prabowo di media pada (18/10/2025) yang menyebut adanya kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG.
“Presiden sendiri mengakui adanya korban keracunan, bahkan ada yang meninggal dunia. Hal ini membuktikan bahwa program ini perlu evaluasi serius,” tambahnya.
Kritik Kebijakan Pendidikan
Selain menyoroti program MBG, massa aksi dari PMII UIN Cabang Gowa juga mengangkat isu pendidikan. Mereka menilai pemerintah belum memberi perhatian penuh terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Pemerintah terlalu memprioritaskan sektor lain dan menomorduakan pendidikan. Padahal pendidikan menjadi kunci kemajuan bangsa,” ungkap Awal.
Aksi yang berlangsung sekitar satu jam ini menarik perhatian pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas dari arah Jalan sultan alauddin menuju pusat kota tersendat hingga beberapa kilometer. Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi berupaya mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak meluas.





Komentar