Makassar – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) DPW Sulawesi Selatan menggelar deklarasi dan dialog kebangsaan bertajuk “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Suharto” di Warkop Tengah Kota, Jalan A.P. Pettarani, Makassar pada Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini menarik perhatian mahasiswa, pemuda, dan pemerhati isu kebangsaan.
Sejumlah pemateri hadir dan menyampaikan pandangan mereka terkait peran Presiden ke-2 RI tersebut dalam sejarah pembangunan Indonesia. Di antara pemateri yang tampil yaitu Matetewakkan, S.IP., M.Si., akademisi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin sekaligus anggota KPID Sulsel, Rustam Nurani, S.Sos., alumni Unhas dan aktivis sosial, Muh.Ilham, S.H., mahasiswa sekaligus pemuda, serta Muh. Imran, S.Sos., selaku koordinator DPW AMAN Sulsel sekaligus penyelenggara acara.
Dalam salah satu diskusi, Imran menjelaskan alasan AMAN Sulsel mengangkat tema Gelar Pahlawan untuk Suharto. Menurutnya, menjelang Hari Pahlawan 10 November, nama Suharto kembali menjadi perbincangan hangat karena menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan sejarawan. Ia menilai generasi muda perlu memahami sejarah secara objektif, bukan sekadar mengikuti opini publik.
“Sejarah Indonesia sering ditulis secara tidak utuh. Kami ingin mahasiswa membaca sejarah Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi dari berbagai sisi agar tidak terjebak pada pandangan sepihak,” ujar Imran.

Ia juga menilai Suharto memiliki jasa besar dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat Pancasila sebagai dasar persatuan bangsa. Menurutnya, kebijakan Orde Baru yang mengedepankan asas tunggal Pancasila bertujuan menjaga keutuhan NKRI tanpa mengekang kebebasan beragama.
“Kebebasan beragama tetap berjalan. Pemerintah saat itu hanya mengatur simbol publik agar tidak memicu perpecahan. Kita perlu memahami konteks sejarah itu secara menyeluruh,” tambahnya.
Imran menegaskan bahwa dialog ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdialektika dan memahami sejarah bangsa dengan cara yang lebih kritis, terutama dalam menilai Gelar Pahlawan untuk Suharto sebagai bagian dari rekonsiliasi sejarah nasional.
Isi Deklarasi AMAN Sulsel
Dalam sesi deklarasi, Imran membacakan pernyataan sikap resmi organisasi tersebut.
- AMAN Sulsel mendukung penuh pemberian Gelar Pahlawan untuk Suharto. Mereka menilai Suharto berperan besar dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang bangsa.
- AMAN meneladani nilai kepemimpinan Suharto. Mereka mengangkat ketegasan, dedikasi, dan pengabdian Suharto sebagai inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan memberi kontribusi nyata bagi negeri.
- AMAN menyatakan kesiapan untuk mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran. Mereka berkomitmen mengawal agenda pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
Imran menutup deklarasi dengan ajakan persatuan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus terus menjadi motor perubahan positif di Sulawesi Selatan dan Indonesia.
“Mahasiswa bersatu, Nusantara kuat, Indonesia Emas!” seru peserta deklarasi secara bersama.





Komentar