Makassar – Aksi kriminal dengan sasaran anak-anak kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pria muda yang mengendarai sepeda motor dilaporkan mencuri anting emas milik tiga bocah perempuan yang baru saja pulang mengaji dari sebuah masjid di kawasan Tamalanrea.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu sore, 21 Mei 2025, di kawasan Wesabbe, Kelurahan Tamalanrea. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku mendekati ketiga bocah tersebut dengan modus menawarkan buah-buahan serta berpura-pura ingin mengantar mereka pulang ke rumah menggunakan sepeda motor. Tanpa diduga, pelaku kemudian merampas anting-anting yang dikenakan para korban.
“Anting-anting emas masing-masing anak beratnya sekitar 1 gram. Total ada tiga anak yang menjadi korban,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, kepada wartawan, Sabtu (24/5/2025).
Iptu Sangkala menjelaskan, pelaku diketahui beraksi seorang diri. Dari pengakuan ketiga korban, pelaku adalah seorang laki-laki muda yang bertindak cepat dan tanpa bantuan rekan.
“Kronologinya, saat anak-anak ini pulang dari mengaji, pelaku datang menghampiri, menawarkan buah-buahan, dan mengajak naik motor dengan dalih ingin mengantar pulang. Tapi ternyata, itu hanya modus. Setelah mereka naik, anting langsung ditarik paksa,” jelasnya.
Meski belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak keluarga korban, penyelidikan tetap dilakukan oleh aparat Polsek Tamalanrea. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mulai mengumpulkan keterangan dari warga sekitar untuk mengungkap identitas pelaku.
“Orang tua korban sudah kita arahkan untuk melapor, tapi sampai sekarang belum ada yang datang. Namun, kami tetap menurunkan anggota untuk menyelidiki kasus ini,” tambah Sangkala.
Sebuah rekaman video yang beredar dan diterima redaksi menunjukkan ketiga bocah korban pencurian menangis histeris, dikelilingi warga yang mencoba menenangkan mereka. Dalam video tersebut, tampak seorang warga memeluk salah satu anak yang tampak sangat trauma, sementara warga lain mencoba menanyai para korban mengenai kejadian yang mereka alami.
Kasus ini menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap modus kejahatan yang menyasar anak-anak, khususnya di lingkungan pendidikan dan tempat ibadah. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor bila mengetahui informasi terkait pelaku atau kejadian serupa lainnya. <spl>





Komentar