Makassar – Suasana di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mendadak mencekam pada Selasa dini hari (04/11/2025). Sejumlah mahasiswa terkejut setelah mendengar kabar bahwa fakultas mereka di serang OTK sekitar pukul satu hingga menjelang azan subuh.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA, Risky Andika atau Eky, menuturkan bahwa ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari rekannya di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Ia bersama beberapa mahasiswa segera menuju kampus dan menemukan kondisi fakultas sudah porak-poranda.
“Awalnya saya dengar kabar dari kawan di FBS, lalu langsung ke kampus. Pas sampai depan gerbang, satpam FMIPA bilang kalau fakultas sudah di serang,” ujarnya.
Eky mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan di balik penyerangan tersebut. Namun, ia mendengar ada kalimat yang menghina FMIPA dengan sebutan “monoton” saat bentrok terjadi. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu pemicu suasana semakin panas.
“Tidak tahu kenapa FMIPA jadi sasaran, tapi saat kejadian ada ucapan yang merendahkan FMIPA karena di anggap monoton,” jelasnya.
Penyerangan FMIPA Menyasar Sejumlah Fasilitas
Berdasarkan keterangan yang ada, penyerangan itu tidak hanya berlangsung di satu titik, melainkan menyisir beberapa ruangan penting di FMIPA. Sejumlah fasilitas seperti sekretariat mahasiswa, ruang kelas, dan laboratorium mengalami kerusakan. Pos satpam serta area parkir Fakultas Ekonomi (FE) juga terkena imbas.
“Awalnya pelaku menyerang FBS, lalu lanjut ke FMIPA, melempar batu ke pos satpam dan parkiran FE. Beberapa fasilitas di FMIPA juga dirusak,” kata Eky.
Meski identitas pelaku belum diketahui, informasi sementara menyebutkan bahwa mereka masih berkeliaran di sekitar area kampus, tepatnya di dekat Dekanat Fakultas Teknik (FT).
“Saya belum bisa pastikan siapa pelakunya, tapi kabarnya mereka masih berada di sekitar dekanat FT. Kami berusaha menahan diri agar tidak terprovokasi,” tambahnya.
Saat ini pihak BEM FMIPA UNM masih mengumpulkan bukti dan dokumentasi terkait kerusakan yang terjadi untuk melaporkan ke pihak berwenang. Risky berharap kejadian tersebut bisa segera terselidiki agar keamanan kampus kembali kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan antar fakultas.





Komentar