Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Peristiwa Sulsel

Polisi Tangkap 10 Tersangka Pembakaran Gedung DPRD Makassar Dan DPRD Sulsel

Potret mobil yang Terbakar pasca kejadian (foto: Ibnu Qayyum Abdullah/Ngerti.id).

Makassar – Polisi menangkap 10 tersangka pembakaran DPRD Makassar dan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) usai kericuhan demonstrasi pada Jumat-Sabtu (29-30/8/2025). Selain itu, polisi juga menahan 2 orang yang terlibat kerusuhan di Gedung DPRD Kota Palopo.

Polisi Dalami Peran Tersangka

Dirreskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Setiadi Sulaksono menjelaskan bahwa penyidik menahan 10 orang pelaku di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Ia menegaskan jumlah tersangka pembakaran DPRD bisa bertambah karena penyidik masih mendalami kasus ini.
“Untuk kasus DPRD Kota dan Provinsi ada 10 orang, sementara di DPRD Palopo ada 2 orang. Jumlahnya bisa bertambah karena penyelidikan masih berjalan,” kata Setiadi, Selasa (2/9/2025).

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Gedung DPRD Kota Makassar dibakar Massa pada Jumat (29/8/2025). (foto;Saepul/ngerti.id)

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyebut para tersangka berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari buruh, petugas kebersihan, juru parkir, pelajar SMA, hingga mahasiswa. Ia menegaskan seorang mahasiswa menyebar provokasi melalui media sosial dan dijerat pasal ITE.
“Mereka berperan berbeda, ada yang membakar, ada yang mengajak lewat media sosial, ada juga yang menjarah,” ujar Didik.

Polisi juga mengidentifikasi dua pelaku lain yang merusak Gedung DPRD Palopo. Didik menambahkan, investigasi terbantu oleh siaran langsung TikTok yang memperlihatkan aksi pembakaran.

Kericuhan DPRD Palopo, demonstran memadati halaman gedung DPRD Palopo sambil mencoret tembok dan pagar.
Kericuhan DPRD Palopo terjadi saat Aliansi Badar berunjuk rasa di Gedung DPRD Palopo, menimbulkan kerusakan pada gedung dan memicu aksi ricuh.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono menegaskan aparat akan menyeret seluruh tersangka pembakaran DPRD ke meja hijau. Ia menyebut kerusuhan menghanguskan 61 mobil dan 15 sepeda motor serta menimbulkan kerugian negara hingga Rp250 miliar.
“Potensial tersangka sudah ada. Kami akan terus bekerja agar semua pelaku diproses hukum,” tegas Rusdi saat meninjau olah TKP di Gedung DPRD Makassar.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di bakar massa, usai membakar DPRD Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025). (video:Saepul/ngerti.id)

Prabowo Sebut Aksi Pembakaran Tindakan Makar

Presiden Prabowo Subianto ikut menanggapi insiden tersebut. Ia menilai aksi pembakaran gedung DPRD sebagai tindakan makar. Menurutnya, pelaku tidak menyampaikan pendapat, melainkan sengaja menciptakan kerusuhan.
“Kita lihat gedung DPRD, instansi negara, dibakar. Niatnya bukan menyampaikan pendapat, tapi membuat rusuh,” kata Prabowo di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Prabowo mengingatkan bahwa empat ASN ikut menjadi korban dalam insiden di Makassar. Ia menegaskan pemerintah akan melindungi kebebasan berpendapat sepanjang aksi berlangsung damai, tetapi akan menindak tegas kelompok yang merusak fasilitas negara.
“Ini sudah perusuh. Aparat menemukan truk berisi alat-alat pembakar. Pemerintah tidak akan ragu menindak mafia atau kelompok manapun yang mengganggu rakyat,” tandasnya.

Kerusuhan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain. Massa aksi membakar Gedung Grahadi Surabaya, DPRD Kabupaten Cirebon, DPRD Solo, DPRD Kabupaten Kediri, dan DPRD Nusa Tenggara Barat. Aksi unjuk rasa besar-besaran itu awalnya menyuarakan kekecewaan terhadap DPR, namun melebar menjadi amarah terhadap aparat dan berakhir ricuh.

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

Gedung DPRD Kota Makassar dibakar massa pada Jumat malam (29/8/2025). (video:Saepul/ngerti.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *