Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus melakukan seleksi guru PAUD Negeri untuk menyaring calon guru untuk lima PAUD Negeri baru. Langkah ini memperkuat komitmen Pemkot dalam meningkatkan mutu PAUD Makassar dan memastikan akses pendidikan anak usia dini yang merata.
Tim seleksi melibatkan Sekda Andi Zulkifly Nanda, Kadis Pendidikan Achi Soleman, Plt Kepala BKPSDMD Kamelia Thamrin Tantu, serta Staf Ahli Pemkot Akhmad Namsum.
Andi Zulkifly menegaskan bahwa proses seleksi guru PAUD Negeri ini bertujuan merekrut pendidik berkualitas. “Kami membangun PAUD Negeri agar mampu mencetak generasi emas Makassar,” ucapnya di Balai Kota, Senin (14/7/2025).
Zulkifly meminta para guru menunjukkan wawasan mendalam tentang perkembangan anak. Ia juga menyoroti pentingnya latar belakang pendidikan yang sesuai serta kesamaan visi membangun pendidikan anak usia dini.
Tahapan Seleksi dan Penempatan PAUD Negeri
Para peserta seleksi berasal dari guru-guru yang sebelumnya aktif mengajar di berbagai lembaga swasta di Makassar. Mereka telah mengikuti tahapan pengumpulan berkas, pendaftaran, hingga seleksi akhir.
Sebanyak 55 guru bersaing untuk mengisi 50 formasi yang tersedia. Komposisinya mencakup 10 guru ASN dan 40 guru non-ASN. Pemkot menjalankan proses seleksi guru PAUD Negeri ini sebagai bagian dari peningkatan mutu tenaga pendidik.
Lima PAUD Negeri baru akan menerima penempatan di Kecamatan Tamalate, Rappocini, Manggala, Mariso, dan Biringkanaya. Pemkot juga telah memilih lima kepala sekolah terbaik dari hasil seleksi sebelumnya.
Zulkifly menjelaskan bahwa tim telah menyelesaikan penilaian kepala sekolah dan menyiapkan SK penempatannya. Ia memastikan proses berjalan cepat agar kegiatan belajar dapat segera dimulai.
Pemkot segera mengumumkan hasil akhir seleksi guru PAUD Negeri. Setelah itu, peserta didik menjalani proses daftar ulang untuk mengikuti MPLS sesuai jadwal.
Saat ini, panitia terus memproses daftar ulang peserta didik baru. MPLS dijadwalkan mulai pekan depan di seluruh PAUD Negeri.
Program ini termasuk dalam strategi besar Pemkot Makassar untuk mencetak generasi emas pada 2029. Melalui standarisasi lembaga dan seleksi ketat, Pemkot menargetkan peningkatan mutu PAUD Makassar secara menyeluruh.
Pemerintah ingin menghadirkan pendidikan anak usia dini yang profesional dan setara di semua kecamatan. PAUD Negeri akan berfungsi sebagai percontohan dalam pembelajaran usia dini.
“PAUD Negeri harus menjadi tolok ukur mutu PAUD Makassar, dengan sistem yang unggul dan guru berkualitas,” tegas Zulkifly.
Pemkot juga memberikan insentif dan tunjangan kepada seluruh guru sesuai regulasi tenaga pendidik. Zulkifly menyebut, proses daftar ulang masih berjalan dan MPLS segera dimulai. <spl>





Komentar