Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Nasional Peristiwa Transportasi

Ancaman Bom Saudia Airlines Tak Ganggu Kedatangan Jemaah Haji Embarkasi Makassar

Foto Ilustrasi

Makassar – Insiden ancaman bom terhadap penerbangan Saudia Airlines rute Jeddah–Jakarta yang membawa jemaah haji asal Indonesia tidak berdampak pada kedatangan jemaah haji Embarkasi Makassar. Kepastian ini disampaikan oleh Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, Mawardy Siradj.

Menurut Mawardy, kloter yang terdampak insiden tersebut bukan merupakan bagian dari Embarkasi Makassar. “Penerbangan jemaah haji Embarkasi Makassar tetap berjalan sesuai jadwal. Tidak ada gangguan apapun hingga saat ini,” ujarnya, Selasa (18/6).

Sebelumnya, pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji asal Indonesia melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa (17/6) pagi. Pendaratan dilakukan setelah pihak maskapai menerima ancaman bom melalui surat elektronik saat pesawat dalam perjalanan dari Jeddah menuju Jakarta.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Setelah mendarat, seluruh penumpang dievakuasi dan pesawat diperiksa oleh tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Sumut serta otoritas keamanan bandara. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan benda mencurigakan atau bahan peledak dalam pesawat tersebut.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Hilman Latief, memastikan bahwa seluruh jemaah dalam penerbangan tersebut dalam kondisi selamat dan tidak mengalami gangguan kesehatan. “Seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur keamanan. Jemaah telah diberangkatkan kembali ke Jakarta,” ujarnya dikutip dari Kompas TV.

Sementara itu, pihak Saudia Airlines menyatakan tetap berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk memastikan keamanan dan kelancaran penerbangan jemaah berikutnya. Kemenag juga mengimbau seluruh jemaah haji untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Kronologi Kejadian:

  • 07.30 WIB – Maskapai menerima email berisi ancaman bom saat pesawat dalam perjalanan.
  • 10.17 WIB – Pilot berkoordinasi dengan ATC dan memutuskan mendarat darurat di Kualanamu.
  • 10.55 WIB – Pesawat mendarat dan jemaah dievakuasi.
  • 18 Juni 2025 – Jemaah diberangkatkan kembali menuju Jakarta.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ancaman tersebut. Aparat masih melakukan penyelidikan terkait sumber email yang mengandung teror bom itu. <spl>

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *