Flores Timur – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat secara signifikan. Pada Senin malam, 19 Mei 2025, gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu tercatat meletus sebanyak lima kali dalam rentang waktu antara pukul 18.00 hingga 24.00 WITA.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki ke Level IV (Awas) sejak Minggu malam, 18 Mei 2025, menyusul peningkatan intensitas letusan yang terjadi secara beruntun.
Salah satu erupsi paling signifikan terjadi pada pukul 21.52 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 4.000 meter di atas puncak, atau sekitar 5.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal itu tampak condong ke arah barat dan barat laut, mengikuti arah angin saat kejadian. Berdasarkan data dari pos pemantauan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar tiga menit.
Tak hanya abu vulkanik, sinar api membara juga terlihat jelas dari kawah gunung, yang menjadi indikasi bahwa terdapat aktivitas magma yang sangat dekat dengan permukaan.
Menanggapi situasi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan pihak terkait. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi. Selain itu, terdapat zona sektoral yang lebih luas sejauh 7 km pada sektor barat, utara, dan timur laut yang juga harus dikosongkan.
PVMBG juga memperingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari Badan Geologi, BPBD, dan instansi terkait lainnya.
Selain potensi letusan eksplosif, hujan deras yang mungkin turun dalam beberapa hari ke depan juga dikhawatirkan akan memicu banjir lahar hujan. Material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung berisiko terbawa air dan meluncur ke pemukiman.
Daerah-daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan antara lain adalah Dusun Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker, pelindung mata, serta menutup sumber air terbuka agar tidak tercemar.
Hingga saat ini, erupsi masih berpotensi berlanjut, meski dengan intensitas fluktuatif. Aktivitas seismik tetap tinggi dan petugas pemantauan terus bersiaga 24 jam.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, serta relawan kebencanaan juga telah menyiapkan skenario evakuasi apabila situasi memburuk. Beberapa titik pengungsian darurat telah disiapkan, dan logistik mulai didistribusikan ke wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan terbaru melalui kanal resmi seperti aplikasi MAGMA Indonesia dan situs PVMBG. Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki juga terus memberikan pembaruan kondisi lapangan setiap saat. <spl>





Komentar