Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional

Ledakan SMAN 72 Jakarta: 54 Siswa Terluka, Terduga Pelaku Masih Jalani Perawatan

Tampak gerbang SMAN 72 Jakarta setelah terjadinya ledakan di lingkungan sekolah.
Tampak gerbang SMAN 72 Jakarta setelah terjadinya ledakan di lingkungan sekolah.

JakartaLedakan SMAN 72 Jakarta terjadi saat pelaksanaan salat Jumat di masjid sekolah dan menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka. Insiden itu berlangsung pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB di SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ledakan terjadi dua kali, masing-masing di dalam dan di luar masjid sekolah. Saat suara ledakan pertama terdengar, para siswa yang sedang mengikuti khotbah langsung berhamburan keluar. Selang beberapa detik kemudian, ledakan kedua memperparah suasana panik dan membuat sebagian siswa saling menyelamatkan diri.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Suasana masjid setelah Ledakan SMAN 72 Jakarta

Data dari kepolisian dan pemerintah daerah menyebutkan sekitar 54 siswa mengalami luka. Mereka mengalami luka bakar ringan, luka sobek akibat serpihan, dan gangguan pendengaran akibat tekanan suara. Beberapa siswa menjalani perawatan jalan, sedangkan korban dengan luka berat menjalani penanganan intensif di Rumah Sakit Yarsi dan sejumlah rumah sakit rujukan lainnya. Satu orang korban masih berada di ruang ICU dan mendapat penanganan lanjutan dari tim medis.

Pihak kepolisian telah mengidentifikasi terduga pelaku, yang merupakan siswa aktif di sekolah tersebut. Terduga pelaku juga mengalami luka dan masih menjalani perawatan, sehingga penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan lengkap. Kapolri menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami latar belakang tindakan tersebut, termasuk kemungkinan tekanan sosial atau perundungan. Ledakan SMAN 72 Jakarta ini juga memicu perhatian pemerintah daerah.

Tim Gegana Polri mengamankan barang bukti dari lokasi dan menyatakan kondisi sekolah sudah aman. Pihak sekolah berencana memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang mengalami trauma. Pemerintah daerah mengimbau orang tua dan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi agar tidak muncul spekulasi.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *