Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba mulai merealisasikan pembangunan Sirkuit Motocross yang berlokasi di Dusun Allu, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe. Pengerjaan tahap awal ditandai dengan pembersihan lahan seluas dua hektar, sebagai langkah konkret dalam mengembangkan potensi olahraga dan pariwisata daerah.
Meski berada di tengah masa efisiensi anggaran, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menunjukkan komitmennya dengan menggunakan alat berat pribadi untuk membuka akses awal lahan. Proyek ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta, salah satunya PT Lonsum, yang wilayah kerjanya berdekatan dengan lokasi calon sirkuit. “Ini bentuk keseriusan pemerintah untuk mengembangkan fasilitas olahraga dan pariwisata di Bulukumba,” kata Kadisparpora Bulukumba, Ferryawan Z. Fahmi, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (12/6).
Dalam kunjungan tersebut, Ferryawan didampingi pejabat teknis dari Dinas Pariwisata, Kepala Desa Tamatto Arsul Sani, dan Manajer PT Lonsum Bulukumba Muhammad Zulfikri. Mereka menilai lokasi di Dusun Allu sangat potensial menjadi sirkuit bertaraf nasional bahkan internasional. “Kontur tanahnya mendukung, lokasinya juga strategis. Ini bisa jadi sirkuit berstandar nasional hingga internasional,” lanjut Ferryawan.
Pembangunan sirkuit ini tak hanya untuk olahraga, tetapi juga sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi dan pariwisata lokal. Event-event motocross nasional diharapkan bisa digelar di sini, sekaligus membuka ruang bagi pembalap lokal untuk berkembang. “Kami akan melakukan kajian lebih lanjut, baik dari sisi teknis maupun potensi ekonomi yang bisa dihasilkan,” ujarnya.
PT Lonsum menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurut Manajer Muhammad Zulfikri, pihaknya siap berkolaborasi dalam bentuk dukungan teknis dan kemitraan strategis untuk memajukan fasilitas olahraga daerah. “Jika lokasi ini memungkinkan, kami siap berkolaborasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bulukumba, Hidayat Kurnia (Omy), menyebutkan bahwa panjang lintasan sirkuit direncanakan mencapai 2,4 kilometer. Ia juga mengungkap bahwa sirkuit tersebut nantinya bisa dikembangkan menjadi arena balap mobil. “Luas lahan sekitar dua hektar untuk tahap awal, tapi ke depan akan terus dikembangkan,” ujar Omy.
Lahan yang digunakan merupakan milik PT Lonsum dan saat ini sedang dalam proses kerja sama pemanfaatan dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Pembangunan Sirkuit Motocross Bulukumba menjadi langkah strategis daerah untuk mengangkat potensi wisata berbasis olahraga (sport tourism) dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. <spl>





Komentar