Jakarta – Kode mobil diduga BYD Atto 2 terdaftar di Indonesia memicu spekulasi kuat tentang rencana kedatangan SUV listrik kompak tersebut ke Tanah Air. Laman Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) milik Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta menampilkan data ini secara terbuka. Oleh karena itu, pecinta otomotif dan pengamat pasar mobil listrik langsung memberikan perhatian besar pada temuan tersebut.
Kode Mobil yang Muncul di Data NJKB DKI Jakarta
Pantauan terbaru menemukan dua kode mobil yang kemungkinan besar mengacu pada BYD Atto 2. Rinciannya sebagai berikut:
- SC3E-ETD-1 (4×2) AT: Rp 281 juta
- SC3E-STD-1 (4×2) AT: Rp 245 juta
Pihak BYD Indonesia belum mengonfirmasi kedua kode itu, namun banyak pengamat memprediksi peluangnya sangat besar. Data NJKB sering tidak sama dengan harga rilis di pasar. Sebagai contoh, BYD Atto 1 memiliki NJKB Rp 218 juta, sementara perusahaan merilisnya dengan harga Rp 195 juta. Fakta tersebut membuat calon konsumen semakin penasaran dan menunggu kejelasan.
SUV listrik kompak ini lebih dulu meluncur di Malaysia. Karena itu, kehadirannya di negara tetangga mendorong spekulasi bahwa Indonesia akan menjadi pasar berikutnya. BYD memposisikan Atto 2 di antara BYD Dolphin dan Atto 3 untuk melengkapi segmen SUV listrik kompak mereka.
Selain itu, desainer BYD menghadirkan Atto 2 dengan tampilan modern dan aerodinamis. Mobil ini memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.620 mm. Dimensi tersebut membuat Atto 2 ideal untuk mobilitas perkotaan sekaligus nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Di sisi lain, perbandingan dimensi menempatkan Atto 2 di bawah Atto 3 dan di atas BYD Dolphin.
Spesifikasi dan Performa
Insinyur BYD membekali Atto 2 dengan motor listrik penggerak roda depan bertenaga 177 PS dan torsi puncak 290 Nm. Mobil ini mampu melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 7,9 detik dan mencapai kecepatan maksimum 160 km/jam.
Lebih lanjut, tim pengembang juga menambahkan pengisi daya onboard AC 7 kW dan dukungan pengisian cepat DC hingga 82 kW. Proses pengisian dari 30% ke 80% hanya memakan waktu sekitar 28 menit, sehingga pengemudi dapat melanjutkan perjalanan dengan cepat.
Tak hanya itu, bagian keselamatan mengandalkan fitur peringatan tabrakan depan, pengereman darurat otomatis (AEB), adaptive cruise control, brake override, traffic jam assist, dan kamera 360 derajat. Sistem ini terus bekerja secara aktif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang.
Dealer BYD di Malaysia menjual Atto 2 seharga 100.000 ringgit atau sekitar Rp 384 juta (kurs Rp 3.848 per ringgit). Meskipun demikian, pasar Indonesia kemungkinan akan melihat perbedaan harga akibat pajak, biaya logistik, dan skema insentif kendaraan listrik.
Jika demikian, manajemen BYD berpeluang menerapkan strategi harga seperti pada Atto 1, sehingga konsumen di Tanah Air bisa mendapatkan harga lebih kompetitif. Pada akhirnya, publik menunggu pengumuman resmi sambil berharap SUV listrik kompak ini hadir sebagai pilihan menarik di segmen ramah lingkungan.





Komentar