Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Pendidikan Peristiwa

Kasus Bullying di Sekolah Meningkat, KPAI Ingatkan Dampak Fatal

anak korban kasus bullying di sekolah duduk menyendiri di koridor sekolah
Ilustrasi kasus bullying di sekolah

Jakarta – Kasus bullying di sekolah kembali mendapat sorotan setelah data terbaru menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak masih terjadi di lingkungan pendidikan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kekerasan di sekolah sebagai fenomena gunung es karena banyak pihak tidak melaporkan insiden tersebut.

Dalam evaluasi terbaru, KPAI menegaskan bahwa kekerasan fisik, psikis, dan perundungan menjadi pelanggaran yang paling sering menimpa anak. KPAI juga mengingatkan bahwa dampak bullying semakin serius. Kajian pada 2024–2025 menunjukkan bahwa perundungan berulang dapat memicu depresi berat, gangguan kecemasan, dan keinginan bunuh diri pada remaja.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Pusat Penelitian DPR RI mencatat 723 kasus kekerasan dalam satuan pendidikan sepanjang 2024, termasuk perundungan yang melibatkan siswa dan lingkungan sekolah. UNICEF dan WHO menilai Indonesia memiliki tingkat bullying tinggi. Berdasarkan survei Global School-based Student Health Survey (GSHS), sekitar 41% siswa mengaku pernah mengalami perundungan.

Dalam dua bulan terakhir, beberapa kasus ekstrem muncul dan memicu kekhawatiran publik. Peristiwa ledakan rakitan di SMAN 72 Jakarta Utara menunjukkan bagaimana konflik antarsiswa dapat berubah menjadi tindakan berbahaya. Beberapa kasus lain yang melibatkan kekerasan fisik dan tekanan psikologis juga memperlihatkan bahwa bullying dapat berakhir fatal ketika sekolah tidak melakukan pencegahan sejak awal.

KPAI mendorong pemerintah daerah memperkuat Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan dan memastikan layanan konseling hadir sebelum krisis muncul. KPAI meminta sekolah memperketat pengawasan interaksi siswa, meningkatkan literasi digital, dan menindak penyalahgunaan platform online sebagai sarana perundungan.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pakar pendidikan menilai bahwa penguatan peran guru BK, keterlibatan orang tua, dan pelatihan manajemen konflik dapat menekan risiko bullying. Dengan langkah pencegahan yang tepat, sekolah kembali menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.

Komentar

  1. Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

  2. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *