Makassar – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (BEM UNM), Syamry, menyesalkan insiden kebakaran Gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulawesi Selatan yang terjadi usai aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Jumat lalu.
Syamry menegaskan, aksi mahasiswa UNM tidak terkait dengan peristiwa tersebut karena saat kejadian pihaknya sedang melakukan konsolidasi internal. Ia mengaku prihatin melihat aksi yang berujung pembakaran gedung DPRD hingga menimbulkan korban jiwa.
“Kami dari BEM UNM menyayangkan kejadian-kejadian seperti itu. Kami juga turut berduka cita atas meninggalnya tiga orang, baik masyarakat sipil maupun pejabat DPR yang menjadi korban insiden kebakaran Gedung DPRD Makassar,” tegas Syamry.
Menurutnya, aksi unjuk rasa seharusnya fokus pada substansi tuntutan masyarakat, bukan tindakan anarkis yang justru merugikan sesama. Ia menilai, massa yang turun di malam hari kemungkinan tidak mengetahui masih ada orang di dalam gedung ketika kebakaran terjadi.
Syamry juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan di luar batas gerakan. Ia menekankan, kemarahan terhadap kebijakan pemerintah seharusnya tidak dilampiaskan melalui konflik horizontal antarwarga.
“Perlawanan kita bukan sesama masyarakat sipil, tapi kepada negara yang kita tuntut hari ini. Jangan sampai kita terjebak dalam konflik yang justru melemahkan gerakan,” ujarnya.
Insiden kebakaran Gedung DPRD Makassar menelan korban jiwa dan menimbulkan kerugian besar. Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk mahasiswa, agar aksi unjuk rasa tetap berjalan damai tanpa mengorbankan masyarakat.





Komentar