Close sidebar
Advertisement Advertisement
Peristiwa

Pria Tewas Ditikam Rekan Kerja di Muara Angke, Pelaku Masih Diburu Polisi

Ilustrasi

Jakarta – Seorang pria berinisial ABT (39) asal Kabupaten Tangerang tewas usai ditikam rekan kerjanya di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Jumat pagi (13/6). Menurut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP I Gusti Ngurah Putu Krishna Narayana, korban menderita luka tusuk di bawah lehernya akibat senjata tajam.

Polisi menduga motifnya berkaitan masalah pekerjaan dan permasalahan asrama, namun masih menyelidiki lebih lanjut. Lokasi kejadian langsung diamankan dan tim forensik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), CCTV dan keterangan saksi tengah dikumpulkan untuk memperkuat penyelidikan.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Pelaku hingga kini masih diburu oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa. Petugas memastikan pengejaran serius dilakukan untuk segera menangkap pelaku serta mencegah pelarian. Iring-iringan ambulan sempat memasuki kawasan pasar ikan usai insiden, menandakan keseriusan tim gabungan di lapangan. Kabid Humas Polda Metro menyatakan bahwa identitas pelaku sedang didalami melalui data internal perusahaan serta saksi kerja. Mereka berharap klarifikasi lengkap dapat terungkap dari pihak korban dan saksi.

Saksi mata menyebut korban sempat tergeletak bersimbah darah dan dilarikan petugas keamanan TPI ke ambulans. Sejumlah warga sekitar mengatakan para pekerja sempat melihat cekcok hebat yang memicu penusukan sebelum korban roboh. Petugas medis kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawa pria tersebut tidak tertolong. Polisi menyatakan luka tusuk cukup parah dan menjadi penyebab utama kematian korban sebelum sempat mendapatkan perawatan.

Kasus ini mencuatkan kekhawatiran soal konflik antarpekerja di area kerja kolaboratif seperti TPI. Sebelumnya, beberapa kasus serupa pernah terjadi di area kerja padat seperti dermaga dan gudang, akibat perselisihan terkait tugas dan komunikasi . Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyerukan agar perusahaan menerapkan prosedur lebih ketat dalam pengawasan serta memberikan pelatihan manajemen konflik karyawan. Kadis Keamanan Jakarta Utara juga menegaskan pentingnya pengawasan di lingkungan kerja berbasis shift dan asrama.

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

Polisi mengimbau kepada masyarakat dan rekan kerja korban untuk memberikan informasi jika memiliki petunjuk mengenai pelaku. Pelaku diperkirakan berusia 30–40 tahun dan bekerja bersama korban. Apabila masih bersembunyi di sekitar TPI atau Pluit, warga dihimbau segera melapor ke kantor polisi terdekat. Satreskrim juga membuka posko pengaduan di Polres Pelabuhan untuk memudahkan pelaporan. Polda Metro menyatakan akan meningkatkan patroli serupa sebagai langkah antisipatif terhadap insiden serupa di kawasan perikanan dan pelabuhan. <spl>

Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Ditembak Polisi Di Makassar,LBH Makassar Desak Proses Hukum Pelaku

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *