Jakarta – Pemerintah Indonesia terus mendorong kolaborasi internasional dalam sektor energi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang mengajak Rusia untuk turut serta dalam pengelolaan ladang minyak dan gas (migas) baru di Indonesia.
Kesepakatan penjajakan ini merupakan hasil dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu, di mana Bahlil turut serta mendampingi. Dalam lawatan tersebut, isu energi menjadi pembahasan utama antara kedua negara, termasuk peluang eksplorasi dan pengembangan proyek gas alam cair (LNG) serta pasokan minyak.
“Kami mengundang mitra-mitra strategis Rusia untuk ikut dalam eksplorasi lapangan migas baru dan cadangan gas di wilayah lepas pantai,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya, Minggu (22/6).
Tak hanya dari sisi eksplorasi, Rusia juga menawarkan kerja sama dalam hal modernisasi infrastruktur migas. Ini termasuk penerapan teknologi terbaru untuk mengoptimalkan sumur-sumur migas lama yang selama ini dianggap kurang produktif. Langkah ini sejalan dengan target Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
Untuk memperkuat dukungan terhadap rencana tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, yang memungkinkan kerja sama antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan masyarakat lokal dalam pengelolaan wilayah kerja migas secara business to business (B2B). Skema ini juga membuka peluang bagi koperasi dan BUMD untuk mengelola sumur migas rakyat dengan pendekatan profesional dan akuntabel.
“Ini adalah terobosan penting pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi nasional serta penataan sumur-sumur ilegal yang selama ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan keselamatan,” tegas Bahlil.
Selain itu, kerja sama Indonesia–Rusia di sektor energi bukanlah hal baru. Sebelumnya, kedua negara telah menjalin kolaborasi di bidang migas, batubara, energi baru dan terbarukan (EBT), serta efisiensi energi. Salah satu proyek besar yang tengah dirancang adalah pembangunan kilang minyak dan kompleks petrokimia di Jawa Timur.
Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat membawa suntikan investasi dan transfer teknologi tinggi ke sektor energi nasional, memperkuat kemandirian industri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. <spl>





Komentar