Bulukumba – Modus penipuan online yang mengatasnamakan pejabat kembali marak terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kali ini, nama Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, dicatut oleh pelaku untuk meminta sejumlah uang kepada masyarakat.
Tidak hanya Kapolres, sejumlah pejabat utama di lingkungan Polres Bulukumba juga turut disebut dalam aksi penipuan serupa. Modus yang digunakan pelaku umumnya melalui pesan teks atau telepon, dengan dalih permintaan uang atau janji bantuan tertentu.
Kapolres Bulukumba dengan tegas membantah keterlibatan pihak kepolisian dalam aksi tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya. “Segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan saya maupun pejabat Polres lainnya, apalagi dengan maksud meminta sejumlah uang, adalah murni tindakan penipuan dan tidak benar,” tegas AKBP Restu Wijayanto, Kamis (26/6).
Ia menekankan bahwa institusi Kepolisian tidak pernah melakukan komunikasi pribadi menyangkut urusan keuangan melalui media sosial maupun saluran pribadi.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menerima pesan mencurigakan. “Laporkan segera ke pihak berwajib apabila menjadi korban atau mengetahui adanya upaya penipuan serupa,” imbaunya.
Data dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulukumba mengungkapkan bahwa total kerugian masyarakat akibat penipuan online ini telah menembus angka Rp100 juta. Pelaku umumnya menjanjikan keuntungan kepada korban, namun terlebih dahulu meminta sejumlah uang sebagai syarat.
Salah satu korban terbaru adalah Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bulukumba, Tayeb Manangkasi. Ia ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai jurnalis media lokal, dan sempat mentransfer uang ratusan ribu rupiah sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencatut nama pejabat, terutama jika menyangkut permintaan uang dalam bentuk apa pun. Kejelian dan kehati-hatian menjadi kunci utama mencegah jatuhnya korban berikutnya. <spl>





Komentar