Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Ular Piton di Palopo Sepanjang 6,7 Meter Dievakuasi dari Bendungan Murante

Petugas Damkar Palopo dan warga memegang ular piton sepanjang 6,7 meter hasil evakuasi dari Bendungan Murante pada malam hari.

Palopo – Seekor ular piton Palopo sepanjang 6,7 meter mengejutkan warga yang berada di sekitar Bendungan Murante, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Palopo langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga pada Sabtu (12/7).

Penjaga Bendungan Pertama Kali Melihat Ular Piton di Palopo

Penjaga bendungan bernama Zhacky melihat kepala ular tersebut muncul di dinding bendungan sekitar pukul 23.30 WITA. Ia segera merekam kejadian itu dan mengirimkan videonya kepada pihak Damkar untuk meminta bantuan. Sebelumnya, ia belum pernah melihat ular sebesar itu di area tersebut.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

“Benar, panjang ularnya 6,7 meter dengan lingkar tubuh sekitar 55 sentimeter. Saat kami temukan, ular itu belum makan dan bersembunyi di bawah air sedalam dada orang dewasa,” jelas Kepala Damkarmat Palopo, Rachmad.

Evakuasi Ular Piton di Palopo Butuh Waktu Dua Jam

Setelah menerima laporan tersebut, tim Damkar segera menuju lokasi. Mereka menyisir area bendungan dan menemukan ular itu bersembunyi di dalam lubang sempit di antara batu besar dan dalam genangan air. Posisi ular yang tidak terlihat jelas membuat proses penangkapan menyulitkan pihak Damkar dan warga yang berada di lokasi.

Meskipun demikian, para petugas tidak menyerah. Mereka menggunakan tambang dan alat manual untuk menarik ular keluar dari lubangnya. Proses evakuasi berlangsung selama hampir dua jam, dan tim akhirnya berhasil menangkap ular itu dalam keadaan hidup.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Damkar Amankan Ular, Menunggu Arahan BKSDA

Tim Damkar kemudian membawa ular piton tersebut ke Markas Komando Damkar Palopo. Saat ini, mereka masih menyimpan ular tersebut di kantor sambil menunggu arahan selanjutnya.

“Biasanya kami akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA untuk proses pelepasan satwa seperti ini,” ujar Rachmad.

Banjir Diduga Jadi Penyebab, Warga Diminta Waspada

Ia menduga bahwa banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya membuat ular itu keluar dari habitat alaminya dan berpindah ke area permukiman. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada, terutama saat berada di sekitar sungai atau daerah lembab.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Dengan kejadian ini, pihak Damkar juga mengimbau warga untuk segera melaporkan jika melihat hewan liar yang membahayakan keselamatan. Reaksi cepat masyarakat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan darurat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *