Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Niat Tolong Warga, Polisi di Parepare Malah Dikeroyok 7 Pemuda Mabuk

Foto ilustrasi pengeroyokan siluet

Parepare – Niat baik seorang polisi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, berujung petaka. Anggota Resmob Polres Parepare berinisial AH (29) menjadi korban pengeroyokan tujuh pemuda dalam kondisi mabuk saat hendak menolong warga yang terjatuh ke got.

“7 pelaku pria dalam pengaruh miras melakukan penganiayaan bersama-sama kepada anggota Resmob Polres,” kata Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muh Agus Purwanto pada Jumat (15/8).

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Insiden ini terjadi pada Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 04.30 Wita di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung. Ketujuh pelaku masing-masing berinisial RS (18), MS (18), AY (22), HR (20), FA (19), MN (20), dan MJ (21).

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto, menjelaskan bahwa AH melihat seseorang terjatuh ke got saat melintas di lokasi. Tanpa ragu, AH menghampiri untuk memberikan bantuan karena menduga korban mengalami kecelakaan.

Namun, niat baik itu memicu keributan ketika AH menanyakan kepada salah satu pelaku penyebab warga tersebut jatuh. Bukannya memberi penjelasan, pelaku malah melontarkan kata-kata kasar. AH kemudian memperkenalkan diri sebagai anggota polisi. Tindakan itu justru memicu amarah para pelaku yang dalam kondisi terpengaruh minuman keras.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Ketujuh pemuda itu langsung menyerang AH secara bersama-sama. Situasi sempat memanas hingga membuat warga sekitar kaget dan berusaha melerai. Meski begitu, aksi kekerasan sudah terlanjur terjadi dan mengakibatkan AH mengalami luka.

Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim Resmob Polres Parepare berhasil mengamankan ketujuh pelaku pada hari yang sama. Agus menegaskan bahwa aparat tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan, apalagi jika melibatkan anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

“Kami akan memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Siapapun yang melakukan kekerasan akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kondisi mabuk dapat memicu tindakan nekat dan merugikan banyak pihak. Masyarakat diimbau untuk menghindari konsumsi minuman keras berlebihan dan tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *