Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional

Ikan Purba Coelacanth Ditemukan Hidup di Laut Maluku Utara: Bukti Keajaiban Laut Dalam Indonesia

Ikan Purba Coelacanth

Maluku Utara — Sebuah penemuan mengejutkan datang dari dasar laut Maluku Utara. Tim peneliti gabungan berhasil mendokumentasikan keberadaan ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis), spesies yang selama puluhan tahun diduga telah punah. Penemuan ini dilakukan pada kedalaman 145 meter di bawah permukaan laut dan menjadi bukti baru betapa kaya dan misteriusnya biodiversitas laut Indonesia.

Coelacanth merupakan spesies ikan purba yang pertama kali ditemukan hidup di perairan Indonesia pada akhir abad ke-20, setelah sebelumnya dikira punah sejak akhir zaman Kapur, sekitar 70 juta tahun lalu. Kini, keberadaannya kembali terkonfirmasi secara langsung lewat foto dan video oleh tim penyelam dari lembaga riset nasional dan universitas ternama.

Mengejutkan! Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR

“Penemuan coelacanth dewasa di perairan Maluku Utara ini membuktikan tingginya keanekaragaman hayati laut dalam di kawasan ini,” ujar Dr. Gino Limmon, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Pattimura Ambon, dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Underwater Scientific Exploration for Education (UNSEEN), Universitas Pattimura, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, dan Universitas Khairun. Tim menggunakan data habitat historis, peta batimetri, serta pengalaman panjang dalam eksplorasi laut dalam untuk menentukan lokasi pencarian yang potensial.

“Dengan pendekatan ilmiah ini, dua penyelam trimix kami berhasil mendokumentasikan coelacanth dewasa secara in-situ di kedalaman 145 meter. Ini adalah dokumentasi visual langsung pertama di kawasan ini, setelah sebelumnya hanya dilakukan dengan ROV di Pantai Utara Sulawesi atau kapal selam di Papua Nugini,” jelas Gino.

Pengumuman Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026, Ini Jadwalnya

Penemuan ini juga merupakan bagian dari kerja sama internasional yang didukung oleh Blancpain Ocean Commitment, sebuah inisiatif global yang mendukung eksplorasi dan konservasi laut. Penelitian ini berfokus pada ekosistem terumbu karang mesofotik dan habitat langka coelacanth.

Dr. Mark Erdman, penasihat ilmiah tim dari lembaga konservasi global, menilai penemuan ini sebagai momen ilmiah yang sangat penting. “Selama hampir 30 tahun kami bertanya-tanya apakah coelacanth masih hidup di wilayah Maluku Utara. Kini pertanyaan itu terjawab,” kata Erdman.

Penemuan langka ini diyakini akan membuka babak baru dalam kajian biologi laut dalam, serta memperkuat pentingnya perlindungan terhadap habitat laut dalam Indonesia yang belum sepenuhnya terpetakan. Keberadaan coelacanth, sebagai “fosil hidup”, juga mengingatkan dunia bahwa masih banyak misteri yang tersimpan di kedalaman samudra kita. <spl>

Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Sempat Berobat Sehari Sebelumnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *