Makkah, 29 Mei 2025 — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI telah resmi tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan tugas pengawasan langsung terhadap pelayanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Kedatangan ini menjadi bagian penting dari upaya DPR memastikan ibadah haji tahun 2025 berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, Timwas Haji langsung meninjau berbagai fasilitas yang digunakan oleh jemaah, mulai dari pemondokan, layanan katering, hingga fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Timwas menyampaikan sejumlah temuan positif maupun hal-hal yang perlu ditingkatkan.
“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen DPR dalam menjamin pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa semua hak jemaah terpenuhi, terutama dari sisi kesehatan, konsumsi, dan akomodasi,” ujar Abdul Wachid di sela-sela kunjungan ke salah satu hotel jemaah di Makkah.
Dari hasil peninjauan awal, Timwas menilai bahwa fasilitas pemondokan yang disediakan pemerintah cukup memadai, dengan kamar berpendingin udara dan kapasitas yang sesuai. Namun, beberapa jemaah mengeluhkan kurangnya variasi makanan, terutama kebutuhan akan sayur dan buah segar yang penting bagi pencernaan dan ketahanan tubuh.
Selain itu, Timwas juga menyoroti pentingnya ketersediaan obat-obatan ringan, khususnya obat flu, mengingat banyak jemaah mengalami gejala akibat perubahan cuaca dan aktivitas fisik yang padat.
Menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Timwas mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan menahan diri dari melaksanakan ibadah sunah seperti umrah berulang kali.
“Kami minta jemaah fokus mempersiapkan diri secara fisik. Jangan terlalu memaksakan ibadah tambahan yang justru bisa melemahkan tubuh saat puncak haji,” ujar Abdul Wachid.
Untuk memperkuat pengawasan, DPR RI juga membentuk Timwas Haji Lokal yang beranggotakan sekitar 100 relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi. Tim ini akan ditempatkan di titik-titik strategis seperti tenda di Mina, area penjemputan bus, serta rumah sakit rujukan.
Langkah ini diapresiasi oleh banyak pihak karena dapat mengatasi kendala komunikasi dan respons cepat terhadap permasalahan yang dihadapi jemaah di lapangan.
Dengan pengawasan langsung dari DPR RI dan koordinasi intensif bersama Kementerian Agama serta otoritas Arab Saudi, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. <spl>





Komentar