Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Delapan Dekade Merdeka, Warga Tana Toraja Masih Tandu Jenazah Lewati Jalan Rusak

Foto:Ilustrasi

Tana Toraja – Akses jalan Tana Toraja di Kecamatan Simbuang dan Mappak kembali menjadi sorotan. Warga terpaksa menandu peti jenazah sejauh 20 kilometer karena jalan yang rusak berat. Sebuah video yang memperlihatkan warga melintasi jalan berlumpur sambil menggotong peti jenazah viral di media sosial beberapa hari lalu. Hingga Kamis (7/8/2025), video itu masih memicu perbincangan publik.

Peristiwa ini menegaskan bahwa ketimpangan infrastruktur masih terjadi, meski Indonesia telah merdeka selama 80 tahun. Saat banyak wilayah menikmati jalan tol dan kereta cepat, warga Simbuang-Mappak justru harus berjuang melawan medan ekstrem hanya untuk proses pemakaman.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Tokoh pemuda Simbuang-Mappak, Demiaus Toglo Arrian, menjelaskan bahwa ambulans dari Makassar tidak mampu menembus medan yang berat. Warga pun memikul peti jenazah dengan berjalan kaki sejauh 20 kilometer. “Kondisi ini sudah terjadi tiga kali. Pemerintah harus segera turun tangan,” tegasnya.

Demiaus menyebut wilayahnya mengalami darurat infrastruktur. Ia mengajak pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk mempercepat pembangunan jalan di kawasan tersebut.

Jalan provinsi yang menghubungkan Tana Toraja, Pinrang, dan Mamasa itu seharusnya menjadi jalur vital. Namun, karena statusnya sebagai jalan provinsi, perbaikannya sering terhambat koordinasi antarpemerintah.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten sudah menyurati Gubernur Sulsel dan DPRD Provinsi. “Kami terus menyuarakan aspirasi warga. Saat terjadi bencana atau kejadian mendesak, kami tetap hadir membantu akses sebisa mungkin,” ujarnya.

Akses jalan Tana Toraja yang masih buruk mencerminkan ironi pembangunan nasional. Masyarakat Simbuang-Mappak berharap agar peringatan kemerdekaan ke-80 tidak hanya berupa upacara, tetapi juga hadir dalam bentuk nyata: pembangunan jalan yang layak dan kehidupan yang lebih baik.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *