Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Alat Berat Pemprov Sulsel Tersimpan di Kebun Mantan Bupati Soppeng, Aset Daerah Dipertanyakan

Foto ekskavator di lokasi kebun

Soppeng — Lima unit ekskavator milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menjadi sorotan. Alat berat ini ditemukan di lahan pribadi milik mantan Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak. Publik mulai mempertanyakan kejelasan status dan pemanfaatan alat tersebut.

Seorang pejabat Pemkab Soppeng berinisial S menyebutkan bahwa dua ekskavator berada di kebun Andi Kaswadi di wilayah Medde, Kecamatan Marioriawa. Tiga unit lainnya terlihat terparkir di Malaka, Kecamatan Lalabata. Semuanya sebelumnya digunakan dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) pada tahun 2019 hingga 2020.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

S menjelaskan bahwa Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Soppeng sempat menggunakan alat-alat tersebut. Namun, setelah program Serasi berakhir, pihak dinas tidak lagi mengelola ekskavator itu. Ia menegaskan bahwa seluruh unit tidak pernah kembali ke dinas.

“Saya tidak tahu ekskavator itu dipakai untuk apa setelah program selesai. Yang jelas, semuanya sudah tidak berada di tempat kami lagi,” ujarnya pada Minggu (27/7).

Fajar, mantan Kepala Dinas TPHPKP Soppeng, turut membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa penguasaan alat berat itu terjadi berdasarkan kebijakan pimpinan saat itu. Andi Kaswadi, sebagai bupati kala itu, memegang kendali atas alat tersebut.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Hingga kini, Andi Kaswadi Razak belum memberikan keterangan meskipun wartawan telah mencoba menghubunginya.

Sebelumnya, masyarakat menduga alat berat itu hilang. Namun, tim penelusur berhasil menemukan lima unit ekskavator tersebut. Lokasi penemuan berada di Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, dan Medde, Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa. Beberapa unit tampak rusak dan tidak beroperasi.

Kasus ini memicu desakan dari warga agar pemerintah segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta Pemkab dan Pemprov Sulsel menertibkan kembali seluruh aset daerah dan memperbaiki sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

RDP DPRD Gowa Berujung Somasi Media, Mekanisme Rapat dan Kebebasan Pers Dipertanyakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *