Selayar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar resmi meluncurkan kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu, (13/7). Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Muhtar, M.M., memimpin langsung acara ini dan mengawali kegiatan dengan fun walk yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga turut meramaikan CFD dengan membuka lapak di sepanjang area yang mereka siapkan bersama panitia.
CFD dihadirkan sebagai upaya Pemkab Selayar dalam menciptakan ruang publik yang sehat, inklusif, dan produktif. Dalam sambutannya, Muhtar menegaskan bahwa CFD bukan sekadar ruang bebas kendaraan bermotor, melainkan simbol komitmen bersama untuk membangun gaya hidup sehat dan lingkungan yang lebih bersih. “Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah merancang CFD sebagai agenda mingguan setiap hari Minggu dan menjadikannya sebagai wadah untuk memberdayakan UMKM lokal. Pelaku usaha setempat langsung memamerkan berbagai produk kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan di lokasi kegiatan.
Muhtar mendorong agar pelaku UMKM terus berinovasi agar kualitas produknya makin kompetitif di pasar. “Saya berharap adik-adik pelaku UMKM terus berinovasi dan berkreasi sehingga kualitas produk semakin meningkat,” katanya.
Pelaksanaan CFD perdana ini tidak menyedot anggaran APBD. Sebaliknya, kegiatan berlangsung berkat dukungan kolaboratif berbagai pihak, termasuk sponsorship dari Bank Indonesia dan Bank Sulselbar. Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Riky Satria, bersama jajaran Direksi Bank Sulselbar turut hadir menyemarakkan acara.
Dalam momen yang sama, Pemkab Selayar juga meluncurkan dua program lain, yakni Gerakan Wisata Bersih serta Digitalisasi Pembayaran Retribusi Daerah. Program digitalisasi tersebut mencakup sistem pembayaran non-tunai untuk retribusi pelabuhan, sampah, dan tempat wisata. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik menuju sistem yang efisien dan transparan.





Komentar