Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Dari Kantor Gubernur ke Kebun Pisang: Arsjad Menjadi Petani Sukses

Foto Andi Muhammad Arsjad eks

BoneAndi Muhammad Arsjad, mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan. Kini memulai lembaran baru dalam hidupnya sebagai pengusaha pisang Cavendish. Setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Maret 2025 saat pemerintahan Andi Sudirman Sulaiman, Arsjad memilih kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sidrap dan mengembangkan pertanian modern berbasis hortikultura.

Lahan pribadi miliknya kini dipenuhi tanaman pisang Cavendish, komoditas unggulan yang tengah naik daun di pasar lokal dan internasional. Tak hanya mengandalkan hasil kebunnya, Arsjad juga membeli langsung pisang Cavendish dari para petani mandiri di Bone, khususnya dari BajoE, Tanete Riattang, dan pesantren Hidayatullah SibuluE.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Bantu Petani yang Kesulitan Jual Hasil Panen

Langkah ini tidak hanya memperkuat jaringan pasokannya, tetapi juga memberi harapan bagi petani yang kerap kesulitan memasarkan hasil panen. “Alhamdulillah, pisang dari BajoE dan Pesantren Hidayatullah sudah tiba pagi ini,” tulis Arsjad melalui unggahan media sosialnya, Senin (21/7).

Tak berhenti pada sektor budidaya, Arsjad juga merintis usaha kecil dan menengah (UMKM) berbasis pisang Cavendish. Ia memproduksi keripik pisang dalam kemasan, sekaligus membuka lapangan kerja baru di Sidrap. Model bisnis yang ia bangun kini menginspirasi banyak pihak, termasuk generasi muda yang ingin mengembangkan pertanian modern.

Sementara itu, geliat industri pisang Cavendish di Sulsel juga semakin menggembirakan. Pada 23 Mei 2025 lalu, petani di Kecamatan Kahu, Bone, sukses mengekspor satu kontainer berisi 20 ton pisang Cavendish ke Korea Selatan. Ekspor perdana itu terlaksana berkat kolaborasi antara PT Cipta Agri Pratama (CAP), Pemerintah Provinsi Sulsel, Bank BPD Sulselbar sebagai penyedia Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kelompok tani lokal.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Direktur PT CAP, Rio Erlangga, menegaskan bahwa program ini memberikan jaminan harga selama lima tahun kepada petani. Skema tersebut dirancang untuk menjamin kepastian pasar dan mendorong produktivitas. Saat ini, total luas lahan pisang Cavendish di Kecamatan Kahu telah mencapai 13 hektare dan terus dikembangkan dengan target ekspansi hingga 300 hektare.

Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang ingin membangun model bisnis pertanian berbasis korporasi. Dengan pendekatan ini, petani bisa mendapatkan akses lebih luas terhadap teknologi, pembiayaan, dan sistem pemasaran yang lebih kuat.

Permintaan ekspor pun tak main-main. Korea Selatan membutuhkan hingga 20 kontainer pisang Cavendish per bulan, atau sekitar 400 ton. Bahkan pasar Oman juga menunggu pasokan dari Sulawesi Selatan, membuka potensi besar ekspor ke kawasan Timur Tengah.

Pengusaha Muda Bogor Donasikan Mobil Mewah Jadi Ambulans Gratis

Perpaduan antara pengalaman birokrasi dan semangat membangun desa membuat Arsjad menjadi figur inspiratif. Ia membuktikan bahwa pertanian modern bisa menjadi pilihan hidup yang menjanjikan, sekaligus membawa dampak besar bagi masyarakat sekitarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *