Tana Toraja – Demo Gasmator Tana Toraja mengguncang Mapolres Tana Toraja pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ratusan mahasiswa turun ke jalan dan menuntut Kapolri segera mencopot Kapolres Tana Toraja AKBP Budi Hermawan buntut kematian seorang siswa, Nelson Turu’ Allo (18).
Polisi sebelumnya memeriksa kasus Nelson dan merilis hasil autopsi. Hasil itu menyebut Nelson meninggal karena bunuh diri. Namun, keluarga korban menolak kesimpulan tersebut. Mereka bersikeras meminta penyelidikan lanjutan dan menuntut Kapolres bertanggung jawab atas dugaan kelalaian.
Seorang demonstran menyuarakan tuntutan dengan tegas. “Kami meminta Kapolres Tana Toraja dicopot karena lalai menangani kasus ini,” ujarnya di depan pimpinan DPRD.
Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, langsung merespons tuntutan itu. Ia menyatakan DPRD siap mengawal kasus Nelson dan berjanji akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta lembaga terkait. “Selama ini kasus memang belum jelas. Hari ini kami menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung keluarga korban,” ucapnya.
Massa Demo Gasmator Tana Toraja tidak berhenti di DPRD. Mereka bergerak ke Mapolres Tana Toraja dan sempat bersitegang dengan aparat ketika polisi menggagalkan upaya pembakaran ban. Meski terjadi ketegangan, aksi tetap terkendali.
Kapolres Tana Toraja akhirnya menerima perwakilan demonstran dalam audiensi. Ia menegaskan bahwa polisi akan mengungkap kasus ini secara profesional. “Tidak usah khawatir, kami akan membuka seterang-terangnya dan sedetil-detilnya. Jika hasilnya tidak memuaskan, ada mekanismenya,” tegas AKBP Budi Hermawan. Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Arlinansius Allo Layuk, juga menguatkan pernyataan Kapolres.





Komentar