Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Diduga Jadi Korban KDRT, Jenazah Ibu dan Bayi di Parepare Dibongkar

Foto suasana saat polisi membongkar kubur di Parepare

Parepare — Polisi terus menyelidiki kematian tragis Maya Angraeni (27) dan bayinya di Kota Parepare. Keluarga menduga kekerasan dalam rumah tangga menjadi penyebab utama dan meminta ekshumasi jenazah, yang akhirnya dilakukan pada Selasa (15/7/2025).

Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menggali makam Maya dan anaknya di kuburan Hikma, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki. Petugas memasang garis polisi di sekeliling area pemakaman dan menutup lokasi autopsi dengan kain hitam untuk menjaga privasi pemeriksaan.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Setelah mengangkat jenazah, tim langsung memindahkannya ke ruang autopsi. Mereka menyelesaikan proses pemeriksaan, lalu menguburkan kembali Maya dan bayinya di tempat semula. Keluarga menyaksikan seluruh rangkaian proses ini dari awal hingga akhir.

Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Burhanuddin, menjelaskan bahwa polisi menindaklanjuti permintaan keluarga untuk menyelidiki penyebab kematian Maya. “Kami sedang mendalami penyebab kematian berdasarkan permintaan dari pihak keluarga,” jelasnya.

Dokter forensik yang menangani autopsi menyebut hasil pemeriksaan akan tersedia dalam waktu sekitar satu bulan. Polisi akan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan utama dalam penyelidikan lanjutan.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Fitri Angraeni, adik kandung Maya, mengungkapkan bahwa suami korban sering melakukan kekerasan selama masa pernikahan, bahkan saat Maya sedang hamil. “Saya sering melapor ke polisi karena Maya terus mendapat kekerasan dari suaminya,” kata Fitri.

Fitri juga menceritakan kronologi kejadian sebelum Maya meninggal. Pada 27 April dini hari, Maya melahirkan di RS Fatimah. Bayi perempuannya menjalani operasi sesaat setelah lahir, tetapi meninggal pada pukul 06.00 pagi. Maya yang dalam kondisi kritis dirujuk ke RS Ainun dan meninggal dua hari kemudian.

Keluarga berharap hasil autopsi bisa mengungkap fakta yang sebenarnya dan memberi keadilan bagi Maya dan anaknya.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *