Bone — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bone terus menunjukkan aksi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Pada peringatan Hari Dharma Wanita Nasional, Selasa (5/8/2025), DWP meluncurkan sejumlah program strategis. Fokus utama kegiatan ini mencakup kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi keluarga.
Ketua DWP Bone, Nur Mutmainna A Saharuddin, menekankan bahwa peran organisasi tidak terbatas pada kegiatan internal. Ia menyampaikan bahwa DWP hadir sebagai mitra aktif dalam pelayanan publik. “Dharma Wanita sangat membantu peran suami kita sebagai ASN. Kami aktif dalam kegiatan yang mendukung kerja mereka, terutama bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ucapnya.
Transformasi Layanan Lewat Posyandu Era Baru
Salah satu terobosan yang menjadi sorotan utama tahun ini yaitu program Posyandu Era Baru. Melalui kerja sama dengan Pemkab Bone dan Tim Penggerak PKK, DWP menghadirkan transformasi menyeluruh terhadap posyandu konvensional. Program ini memperluas fungsi posyandu sebagai pusat layanan terpadu yang memberikan edukasi keluarga, pelatihan ekonomi rumah tangga, hingga panduan penataan lingkungan sehat.
Nur Mutmainna menjelaskan bahwa transformasi ini menjadi langkah penting dalam membangun jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. “Program ini merupakan transformasi dari posyandu konvensional menjadi pusat layanan terpadu,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “Dengan konsep ini, kami ingin posyandu menjadi tempat interaksi aktif antara warga dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan di tingkat RT dan RW.”
Setelah mengangkat isu kesehatan masyarakat melalui posyandu, DWP Bone juga menaruh perhatian serius terhadap masalah stunting. Melalui program Aksi Stop Stunting, DWP memperkuat edukasi gizi, mendorong pola asuh yang sehat, dan memberikan pendampingan langsung kepada ibu hamil serta balita. “Kami ingin Dharma Wanita hadir sebagai bagian dari solusi untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya.
Selain itu, DWP juga menyasar sektor ekonomi keluarga sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Tim DWP mulai mendata pelaku UMKM yang belum tersentuh program pembinaan. “UMKM di Bone ini sudah banyak yang dibina. Karena itu, kita perlu mendata terlebih dahulu siapa yang belum tersentuh. Nanti mereka yang kita rekrut sebagai binaan Dharma Wanita,” jelas Nur Mutmainna.
Setelah proses pendataan, DWP langsung menyiapkan agenda pembinaan. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan produksi, tetapi juga mencakup manajemen usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital. “Dharma Wanita ingin memastikan UMKM binaannya mampu berkembang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut mendorong DWP untuk terus berinovasi dan bergerak progresif. Dengan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, DWP Bone berharap dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga ASN dan masyarakat Bone secara menyeluruh.





Komentar