Luwu – Dalam rangka Hari Pustakawan Indonesia pada 7 Juli, Dinas Perpustakaan Luwu menggelar kegiatan literasi untuk mengapresiasi pengunjung perpustakaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-66 serta penutupan UMKM Expo 2025.
Kegiatan berlangsung pada Senin, (7/7), di lokasi Pameran UMKM Expo. Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, secara langsung memimpin pengundian doorprize sebagai salah satu acara utama dalam kegiatan ini. Turut hadir Sekretaris Daerah Luwu, Kepala Dinas Perpustakaan, dan Kepala Dinas Perizinan dalam pembagian hadiah kepada pengunjung Perpustakaan Daerah serta lapak-lapak baca di desa.
Panitia membagikan 22 hadiah kepada pengunjung setia, termasuk dua unit sepeda sebagai hadiah utama. Sementara itu, 20 hadiah hiburan lainnya berasal dari dukungan pihak swasta seperti PT Masmindo Dwi Area, NV. Haji Kalla Toyota, dan PT Kalla Logistik. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang positif antara pemerintah daerah dan mitra eksternal dalam mendukung gerakan literasi.
Wakil Bupati Luwu menegaskan bahwa menanamkan budaya membaca sejak dini merupakan langkah penting bagi kemajuan generasi muda. Ia juga menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari visi dan misi Pemkab Luwu dalam membentuk masyarakat yang cerdas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini. Perpustakaan menjadi tempat pertama yang memperkenalkan dunia literasi kepada anak-anak,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu, Ir. H. Saiful Abdul Latif, S.T., M.M., Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar lebih dekat dengan perpustakaan. Fokus utama ditujukan kepada generasi muda. Layanan perpustakaan tidak hanya tersedia di kota, tetapi juga menjangkau desa, rumah ibadah, dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Menurutnya, peringatan Hari Pustakawan Dinas Perpustakaan Luwu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi pendidikan di daerah. “Kami berharap dengan langkah-langkah ini, literasi dapat menjadi budaya yang tumbuh di semua kalangan,” ujarnya. <spl>





Komentar