Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Hotel Andalan Makale Dituding Jadi Lokasi Prostitusi, Warga Minta Penertiban

Foto Ilustrasi

Toraja – Warga Kelurahan Lapandan, Kecamatan Makale, Tana Toraja, menyampaikan keresahan atas aktivitas mencurigakan di Hotel Andalan Makale. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memang mengelola hotel tersebut, tetapi warga meyakini hotel itu telah berubah fungsi menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung.

Warga melihat sejumlah perempuan menginap dalam jangka waktu lama. Para perempuan itu kerap berdiri di depan kamar dengan pakaian minim. Setiap malam, laki-laki keluar masuk kamar mereka secara bergantian.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Beberapa akun di aplikasi online juga menyebutkan lokasi “stay di Hotel Andalan Makale” saat menawarkan jasa. Fakta ini memperkuat dugaan warga bahwa praktik prostitusi di hotel tersebut telah terorganisir secara digital.

Aktivitas Tamu Hotel Andalan Makale Ganggu Ketenteraman Lingkungan

Ato’, warga yang tinggal di dekat hotel, menyampaikan bahwa suara gaduh dari dalam hotel kerap mengganggu kenyamanan keluarganya. Ia menilai para tamu bertindak tidak sopan karena sering berteriak dan membuat keributan hingga tengah malam.

“Setiap malam mereka ribut. Anak-anak di rumah ikut menyaksikan tamu perempuan berpakaian terbuka. Ini jelas meresahkan kami,” kata Ato’, Rabu (16/7).

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Warga juga menemukan alat kontrasepsi berserakan di sekitar halaman hotel. Mereka menganggap temuan ini sebagai bukti nyata bahwa aktivitas ilegal memang terjadi di tempat tersebut. Banyak keluarga kini merasa lingkungan mereka tak lagi aman.

Pengelola Hotel Lepas Tangan, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Adi, pengelola Hotel Andalan Makale, mengklaim bahwa pihaknya tidak ikut campur dalam urusan tamu. Ia menyatakan bahwa manajemen tidak meminta tamu menunjukkan buku nikah saat menginap.

“Kami hanya menyewakan kamar. Apa yang tamu lakukan di dalam, itu urusan mereka,” ujar Adi.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Ketika ditanya soal alat kontrasepsi yang ditemukan, Adi mengira benda itu terbawa anjing liar dari luar karena hotel tidak memiliki pagar.

Warga menilai pernyataan tersebut sebagai upaya menghindari tanggung jawab. Karena itu, mereka mendesak pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, dan Satpol PP untuk segera melakukan inspeksi. Mereka juga meminta penertiban secara menyeluruh agar praktik menyimpang di Hotel Andalan Makale benar-benar dihentikan.

Warga berharap pemerintah tidak membiarkan hotel milik negara tercoreng citranya akibat pembiaran terhadap aktivitas yang merusak moral lingkungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *