Bone – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terus menghadapi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu masalah utama yang muncul ialah kerusakan jalan yang menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone mencatat bahwa dari total 2.035 kilometer jalan, hanya 38,19 persen masih dalam kondisi baik. Sebaliknya, sekitar 61 persen jalan—lebih dari 1.000 kilometer—mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan bahwa pemerintah memerlukan dana besar untuk memperbaiki seluruh jalan rusak. Ia memperkirakan perbaikan satu kilometer jalan menghabiskan sekitar Rp4 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang harus disiapkan mencapai Rp4 triliun untuk 1.000 kilometer jalan rusak.
Untuk tahap awal, Pemkab Bone menargetkan perbaikan sepanjang 20 kilometer pada tahun ini. Pemerintah menggunakan dana Inpres senilai Rp100 miliar untuk mendanai proyek tersebut. Hal ini ia sampaikan dalam pernyataan resmi pada Selasa (8/7/2025).
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memangkas sejumlah pengeluaran demi menambah anggaran pembangunan. Mereka mengurangi biaya perjalanan dinas, konsumsi, dan belanja tidak prioritas. Dari upaya ini, Pemkab berhasil menghemat Rp130 miliar. Sebanyak Rp80 miliar dari total penghematan langsung mereka arahkan ke proyek perbaikan jalan.
Lebih jauh, Andi Akmal mengajak warga Bone yang telah sukses di luar daerah untuk ikut berkontribusi. Ia mendorong para pengusaha dan pejabat asal Bone agar menyisihkan sebagian rezekinya demi pembangunan kampung halaman.
“Kalau mereka ikut membangun, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, dan itu bisa menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Sementara itu, Adry (30), warga Kecamatan Bontocani, mengungkapkan keluhannya. Ia menyatakan bahwa desanya belum pernah menikmati jalan beraspal sejak Indonesia merdeka. “Kami masih melewati jalan tanah sampai sekarang,” katanya.
Karena itu, ajakan ini mendorong semangat gotong royong. Pemerintah dan masyarakat Bone perlu bersinergi untuk mempercepat perbaikan jalan dan membuka akses menuju masa depan yang lebih baik.





Komentar