Toraja Utara – Kecelakaan truk di Tikala kembali memakan korban jiwa. Tragedi ini terjadi pada Sabtu sore, (12/7), di jalan poros Rantepao–Pangala’, tepatnya di To’nanakan, Dusun Pantanakan, Lembang Sereale, Kecamatan Tikala.
Sebuah truk berwarna kuning dengan nomor polisi DP 8979 TB terguling saat memasuki tikungan tajam. Truk tersebut membawa sekitar 20 warga yang baru pulang dari acara Rambu Solo’ di Lo’ko’ Uru, Kecamatan Rindingallo.
Menurut Kasat Lantas Polres Toraja Utara, AKP Haryanto, sopir bantu yang mengemudikan truk tidak mampu mengendalikan kendaraan saat mencoba melewati batu besar di badan jalan akibat longsor. Akibatnya, truk oleng dan langsung terguling ke jurang.
“Mungkin karena sopir bantu ini tidak terbiasa dengan medan seperti itu. Dia panik dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya,” ujar Haryanto kepada wartawan.
Kecelakaan ini langsung menewaskan empat orang di lokasi kejadian. Selanjutnya, warga mengevakuasi korban ke RS Elim Rantepao. Sayangnya, dua penumpang lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di ruang UGD. Dengan demikian, total korban meninggal mencapai enam orang.
Sementara itu, sembilan orang lainnya masih kritis, dan lima lainnya menjalani perawatan intensif akibat luka-luka.
Hingga malam hari, ratusan kerabat dan warga dari Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, memadati halaman RS Elim Rantepao. Mereka menunggu kabar terbaru dari anggota keluarga yang menjadi korban kecelakaan.
Kecelakaan truk di Tikala ini menjadi pengingat penting bagi setiap pengemudi agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan seperti tikungan tajam, jalan menurun, serta medan berbatu yang banyak ditemukan di daerah pegunungan.
Pengemudi juga perlu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan memahami karakteristik rute perjalanan untuk menghindari risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa.





Komentar