Palopo — Kedatuan Luwu menyerukan semua pihak agar segera menyelesaikan tahapan Pilkada Palopo 2024 secara damai dan bermartabat. Mereka juga meminta agar proses demokrasi tetap menghormati nilai-nilai adat Luwu. Seruan ini mereka sampaikan sebagai respons atas meningkatnya tensi politik di berbagai wilayah. Situasi ini muncul karena masyarakat bersiap menghadapi pemilihan kepala daerah serentak yang berlangsung akhir tahun ini.
Sebagai pemegang otoritas adat tertinggi di Luwu Raya, Kedatuan Luwu berperan menjaga nilai sosial. Mereka menyerukan pentingnya stabilitas di tengah proses politik. Andi Malik Hasan menyampaikan pihak lembaga adat akan mendukung siapapun yang nantinya menjadi pemimpin di Kota Palopo.
“Siapapun yang terpilih nanti, lembaga adat akan ikut ke pasangan tersebut. Intinya lembaga adat tidak berpihak pada calon manapun,” kata Andi Malik Hasan, Senin (7/7).
Menurutnya, masyarakat Luwu selalu menjunjung tinggi nilai saling menghormati, toleransi, dan persatuan. Karena itu, ia mengimbau setiap kontestan, tim sukses, dan pendukung untuk menahan diri, menghindari provokasi, serta menjunjung etika politik selama masa Pilkada.
Lebih lanjut, Kedatuan juga meminta penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk bekerja secara profesional dan netral. Integritas lembaga penyelenggara sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap hasil Pilkada Palopo 2024.
Pilkada adalah ajang penting dalam menentukan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan. Kedatuan Luwu menegaskan bahwa peserta kontestasi politik wajib menjaga dan menghormati harmoni sosial yang leluhur wariskan secara turun-temurun.
Kedatuan Luwu juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan media untuk ikut menjaga suasana tetap kondusif. Mereka percaya bahwa kolaborasi antara unsur adat dan demokrasi modern akan menghasilkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara politik, tetapi juga memiliki integritas dan kedekatan dengan nilai-nilai lokal.
Dengan pernyataan ini, Kedatuan Luwu berharap agar Pilkada Palopo 2024 bisa menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang santun, beretika, dan berpijak pada akar budaya Luwu.





Komentar