Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Geger! Pemimpin Ponpes di Palopo Tampar Santri, Aksi Terekam CCTV

Tangkapan video CCTV memperlihatkan pemimpin ponpes tampar santri di Palopo karena tidak cium tangan.
Tangkapan CCTV menunjukkan detik-detik pemimpin ponpes tampar santri di Palopo usai pengajian subuh. Peristiwa ini memicu laporan polisi dan menjadi sorotan publik.

Palopo – Pemimpin ponpes tampar santri di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rekaman CCTV menunjukkan insiden itu terjadi di masjid pesantren setelah pengajian subuh.

Peristiwa bermula ketika santri berinisial A (14) berjalan melewati pemimpin ponpes berinisial “Prof S” tanpa mencium tangan. Lalu, pemimpin ponpes itu menegur dan menampar wajah korban dengan tangan kanan, kemudian tangan kiri.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, menegaskan bahwa orang tua korban langsung melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut. “Kami sudah menerima laporan kemarin. Kami segera memanggil saksi dan mengumpulkan bukti,” jelasnya pada Senin (15/9).

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Syahrir, juga memberikan penjelasan. Ia menyebut pemimpin ponpes tampar santri itu tepat setelah pengajian subuh. Ia menambahkan bahwa penyidik akan menggelar perkara setelah memeriksa para saksi.

Dengan demikian, polisi menegaskan proses hukum terhadap kasus ini berjalan sesuai aturan.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

@suaradotcom

Dugaan tindak kekerasan di pondok pesantren terjadi lagi. Videonya mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, 12 September 2025 di Pesantren Putra Datuk Sulaiman, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Video itu memperlihatkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai pembina pesantren berinisial Profesor SA menganiaya seorang anak di bawah umur di hadapan banyak orang. Korban berinisial MKH bahkan ditampar dua kali di bagian wajahnya. Menurut keterangan keluarga korban, Yuni Arief, kejadian bermula saat keponakannya datang ke pesantren tersebut memenuhi undangan sebagai qori. Usai berwudu bersama kakak dan adiknya untuk menunaikan salat Isya, MKH hendak menyimpan Alqur’an. Di saat bersamaan, ia melihat Prof SA sedang duduk. Dengan sopan, ia bermaksud mengulurkan tangan untuk bersalaman. Namun, bukan sambutan yang didapat, melainkan tamparan keras di wajah. “Ponakan saya itu bukan santri di situ, dia hanya datang karena diundang jadi qori. Tiba-tiba direktur pesantren itu melakukan tindak kekerasan tanpa sebab,” kata Yuni, Senin, 15 September 2025. Tamparan tersebut membuat penglihatan MKH gelap, telinganya berdengung, dan tubuhnya sempat sempoyongan. Melihat kejadian itu, adiknya yang juga berniat bersalaman malah ikut menjadi sasaran. Akibat tamparan itu, wajah MKH mengalami luka lebam. Bagian bawah matanya membengkak sehingga harus menjalani visum di rumah sakit. #qori #palopo #sulawesiselatan #sulsel #kekerasananak #pondokpesantren #ponpes #viral #beritaterkini #news #fyp

♬ original sound – Suaradotcom – Suaradotcom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *