Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Penumpang Lompat dari KM Adithya Usai Diduga Kesurupan

Foto Kapten dan pemilik kapal menemui korban yang melompat dari kapal ke laut.

Parepare — Insiden mengejutkan terjadi di atas Kapal Motor (KM) Adithya yang tengah berlayar dari Samarinda, Kalimantan Timur menuju Parepare, Sulawesi Selatan. Seorang penumpang bernama Wahyuddin (42) nekat melompat ke laut setelah mengalami kondisi yang diduga sebagai kesurupan.

Insiden itu berlangsung pada Jumat pagi, (11/7), sekitar pukul 06.30 Wita saat kapal melintas di perairan Majene, Sulawesi Barat. Istrinya mengungkapkan bahwa Wahyuddin mengalami kesurupan selama tiga jam. Setelah mulai sadar, ia masuk ke toilet. Tak lama kemudian, ia keluar dan langsung melompat ke laut tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Pemilik KM Adithya, Syamsul Latanro, menjelaskan bahwa kejadian ini membuat jadwal kedatangan kapal molor. “Seharusnya kami tiba pukul 10.45 Wita. Tapi karena kejadian itu, kami memutar balik kapal dan melakukan pencarian selama sekitar satu jam. Akhirnya kami tiba sekitar pukul 12.00 Wita,” ujarnya.

Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Mereka mengarahkan kapal ke lokasi kejadian untuk mencari korban. Namun sebelum kapal tiba, seorang nelayan yang sedang melaut sudah lebih dulu menemukan Wahyuddin dan mengangkatnya ke perahu.

ABK kemudian mengevakuasi Wahyuddin dari perahu nelayan dan membawanya naik kembali ke kapal dalam keadaan selamat. Humas KSOP Parepare, Eko Prayitno, menyatakan bahwa nakhoda langsung menuju anjungan untuk melakukan olah gerak demi menyelamatkan korban.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

KSOP terus mengingatkan seluruh penumpang agar menaati aturan keselamatan selama pelayaran. Papan peringatan yang melarang penumpang masuk ke area berbahaya telah terpasang di kapal, termasuk di KM Adithya. Imbauan ini bertujuan mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *