Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Pendidikan Sulsel

Viral! Siswa SD di Maros Meminta Sumbangan untuk Bangun Musala di Jam Sekolah

Siswa SD di Maros membawa celengan saat meminta sumbangan pembangunan musala didampingi guru

Maros – Video siswa SD keliling meminta sumbangan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Aksi tersebut memunculkan kontroversi karena terjadi di jam pelajaran aktif. Para siswa SDN 150 Inpres Toddopulia, Kecamatan Tanralili, terlihat membawa celengan dan meminta bantuan dari rumah ke rumah warga sekitar sekolah.

Kegiatan pengumpulan dana ini bertujuan untuk mendukung pembangunan musala sekolah. Namun, masyarakat mempertanyakan alasan sekolah yang melibatkan anak-anak dalam penggalangan dana pendidikan tanpa pengawasan ketat dan di luar jadwal kegiatan belajar.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Setiap Jumat pagi, para siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari dua hingga tiga orang, lalu berjalan kaki menyusuri perkampungan untuk meminta sumbangan. Setelah mengumpulkan sumbangan, mereka langsung menyerahkannya kepada guru. Aktivitas ini menjadi rutinitas sejak dua bulan lalu dan berawal dari program rutin salat duha bersama yang diterapkan sekolah.

Kepala Sekolah SDN 150 Inpres Toddopulia, Muhammad Amir, menjelaskan bahwa kegiatan ini muncul secara spontan. Ia menyebut siswa secara sukarela ikut serta karena tidak ada anggaran pembangunan musala dari pihak sekolah. “Anak-anak ikut infak setelah salat duha. Tidak ada paksaan dan tak ada rencana resmi,” ujarnya.

Namun, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Maros memberikan tanggapan tegas. Mereka menyoroti pelibatan siswa dalam kegiatan di luar kelas saat jam belajar berlangsung. Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Zainuddin, menilai sekolah telah bertindak di luar batas meskipun tujuannya baik.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

“Kami menolak praktik yang melibatkan siswa dalam kegiatan di luar kelas seperti ini, apalagi di jam pelajaran. Ini keliru. Kami sebagai dinas tetap bertanggung jawab memastikan hal serupa tidak terulang,” tegas Zainuddin.

Sebagai langkah korektif, Dinas Pendidikan segera mengeluarkan surat edaran yang melarang seluruh sekolah melibatkan siswa dalam penggalangan dana pendidikan saat jam belajar. Mereka juga akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah atau guru yang melanggar aturan tersebut. Dalam waktu dekat, pengawasan terhadap program salat duha bersama dan kegiatan tambahan lainnya akan diperketat.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *