Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Soppeng Dapat Bantuan Alsintan Rp60 M untuk Petani Milenial

Foto Bupati Soppeng menerima kunjungan Direktur Icare Bram Kusbiantoro dan perwakilan Bank Dunia Mr Joel.

SoppengPemerintah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp60 miliar dari Icare dan Tim Task Force Bank Dunia. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung 20 Brigade Pangan yang beranggotakan petani milenial di dua kecamatan, yaitu Donri-Donri dan Marioriawa.

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan bahwa setiap brigade menerima bantuan senilai kurang lebih Rp3 miliar. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup traktor roda empat, traktor roda dua, rotavator, rice transplanter, dan berbagai peralatan pertanian lainnya.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

“Kami ingin menciptakan generasi petani baru yang mengandalkan teknologi. Anak-anak muda di Soppeng kini mulai tertarik ke sektor pertanian. Mereka akan mengelola lahan secara modern, dari pengolahan tanah hingga pasca panen,” ujar Suwardi pada Jumat, (18/7).

Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan generasi muda. Para anggota brigade memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga mereka mampu menghadirkan pola kerja yang lebih efisien dan produktif di sektor pertanian.

Direktur Icare, Bram Kusbiantoro, bersama perwakilan Bank Dunia, Mr. Joel, melakukan kunjungan langsung ke Soppeng. Mereka bertemu para calon penerima bantuan dan meninjau kesiapan lapangan. Bram menilai motivasi para petani muda di Soppeng sangat tinggi.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

“Kami menargetkan pendistribusian alsintan pada Oktober atau November 2025. Soppeng termasuk dalam empat kabupaten di Sulsel yang menerima program ini, bersama Gowa, Barru, dan Enrekang,” ungkap Bram.

Ia juga berharap program ini mampu meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua atau bahkan tiga kali tanam dalam setahun. Dengan begitu, produktivitas padi nasional dapat meningkat signifikan dan mendorong ketahanan pangan di daerah.

Pengusaha Muda Bogor Donasikan Mobil Mewah Jadi Ambulans Gratis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *