Bone — Suasana HUT RI ke-80 di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memanas setelah warga memprotes penghapusan lomba Agustusan kategori dewasa. Warga menyuarakan kekecewaan dengan menanam dua pohon pisang di tengah lapangan dan membentangkan spanduk bernada protes.
AD (36), salah satu warga, menjelaskan bahwa lomba olahraga untuk orang dewasa, seperti sepakbola dan voli, sudah menjadi tradisi tahunan yang mempererat silaturahmi antarwarga. Menurutnya, hilangnya kegiatan tersebut membuat semangat perayaan menjadi hambar.
“Biasanya lapangan penuh sorak dan tawa. Anak-anak memang masih ikut lomba, tapi bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang hanya menjadi penonton,” kata AD. Ia menambahkan bahwa warga mendapat informasi dana lomba dewasa dialihkan untuk kebutuhan paskibraka kecamatan. “Tahun lalu juga ada paskibra, tapi lomba tetap berjalan,” tambahnya.
Camat Salomekko, Andi Yuliana, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sudah mengusulkan perlombaan sepakbola dan voli dalam rapat persiapan HUT RI. Namun, kepala desa dan lurah sepakat meniadakannya tahun ini.
“Fokus kami tertuju pada pengadaan seragam untuk 71 anggota paskibra. Tahun lalu beberapa anggota paskibra hampir mundur karena tidak mampu membeli baju. Pemerintah dan sekolah akhirnya menanggung biaya tersebut,” jelas Yuliana.
Ia menegaskan bahwa anggaran Salomekko berbeda dengan kecamatan lain karena hanya memiliki tujuh desa dan satu kelurahan dengan jumlah ASN terbatas. Meski begitu, ia berkomitmen mengupayakan agar lomba dewasa kembali hadir tahun depan jika rapat persiapan menyetujuinya.
Aksi tanam pisang warga Salomekko menjadi simbol protes sekaligus pengingat bahwa lomba dewasa bukan sekadar olahraga, melainkan momen kebersamaan yang dinanti setiap perayaan kemerdekaan.





Komentar