Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Warga Soppeng Geger! Petani Hilang di Kebun Jahe Sejak Tujuh Hari Lalu

Foto petani di Soppeng yang dilaporkan hilang

Soppeng — Warga Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dilanda kecemasan setelah seorang petani bernama Rusman (50) menghilang secara misterius. Sudah tujuh hari keluarga mencari keberadaannya sejak pria itu terakhir kali terlihat berangkat ke kebun membawa bibit jahe.

Pada Senin pagi, 29 September 2025, Rusman meninggalkan rumahnya sekitar pukul 09.00 Wita. Ia membawa bibit jahe untuk ditanam di kebun miliknya di kawasan Waru. Bibit itu tidak dibawa sekaligus, melainkan diangkut bertahap menggunakan motor karena jumlahnya cukup banyak. “Dia sempat mengantarkan sebagian bibit jahe ke kebun dan menumpahkannya di sana,” kata Maskur, adik ipar Rusman, Senin (6/10/).

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Kekhawatiran keluarga bermula ketika kakak ipar lainnya, Sudirman, datang menyusul ke kebun sekitar pukul 17.35 Wita. Sesampainya di lokasi, Sudirman tidak menemukan Rusman. Hanya bibit jahe dan bekal makan yang masih tersusun rapi di kebun. “Sudirman heran karena semua barang masih di tempat, tapi Rusman tidak kelihatan,” ujar Maskur.

Malam itu, keluarga mulai saling menghubungi untuk memastikan keberadaan Rusman. Namun, kabar baru tersampaikan ke Nurul, salah satu anggota keluarga di rumah, pada keesokan harinya karena ia terlambat membaca pesan. Sejak saat itu, keluarga mulai menyisir area kebun dan sekitarnya dengan bantuan warga sekitar.

Pencarian terus berlanjut hingga hari ketujuh. Maskur bersama keluarga menelusuri jalur menuju kebun, menyusuri hutan, hingga memeriksa aliran sungai kecil di sekitar lokasi. “Kami berharap ada bantuan dari tim SAR agar pencarian lebih luas,” ucap Maskur penuh harap.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Rusman terakhir terlihat mengenakan topi hitam, jaket almamater hijau, kaos oranye, celana merah, dan sepatu bowling putih. Ia memiliki tinggi sekitar 160 cm dengan rambut hitam bergelombang.

Keluarga kini tengah menimbang waktu terbaik untuk melapor resmi ke pihak kepolisian. “Kami sudah dihubungi polisi untuk membuat laporan, tapi jarak ke kantor cukup jauh, sementara kami masih fokus mencari di lapangan,” kata Maskur.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *