Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Dorong UMKM Naik Kelas, Bupati Bone Serahkan 50 Gerobak dari CSR Bank Mandiri

Foto penyerahan grobak oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.

Bone – Pemerintah Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sabtu, (21/6), sebanyak 50 unit gerobak diserahkan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bantuan ini berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri.

Prosesi penyerahan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Kota Watampone. Secara simbolis, gerobak diserahkan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., yang didampingi Pj Sekda Bone, Andi Saharuddin, SSTP., M.M., serta jajaran pimpinan Bank Mandiri Cabang Bone.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Gerobak-gerobak tersebut rencananya akan digunakan oleh pelaku UMKM untuk berjualan di area Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka, Kota Watampone. Lokasi tersebut memang menjadi titik strategis bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus berinteraksi sosial di akhir pekan. “Kita ingin pelaku UMKM naik kelas. Car Free Day bukan hanya tempat jalan sehat, tapi juga tempat masyarakat mengenal dan membeli produk lokal,” ujar Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, Car Free Day dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar kegiatan olahraga, tapi juga sebagai wadah promosi produk lokal dan pasar rakyat yang dinamis.

“Pemkab Bone berharap Car Free Day menjadi bukan hanya ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi pasar rakyat yang menggerakkan ekonomi lokal secara nyata dan berkelanjutan oleh pelaku UMKM,” imbuhnya.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Bantuan gerobak ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk meningkatkan daya saing UMKM serta menciptakan peluang ekonomi yang inklusif. Harapannya, para penerima bantuan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas jangkauan produk mereka. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *