Bone — Menyambut musim tanam kedua tahun ini, PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone dalam kondisi aman. Total stok pupuk subsidi saat ini mencapai 11.626 ton, yang diyakini mencukupi kebutuhan petani sepanjang bulan Juni 2025.
Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan Temu Kios Pupuk Subsidi se-Kabupaten Bone yang digelar pada Selasa, (10/6), di Hotel Novena, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Dalam kegiatan tersebut, PT Pupuk Indonesia mengangkat tema “Kinerja penyaluran pupuk subsidi pada Semester I Tahun 2025 dan penyegaran materi tertib administrasi penyaluran pupuk subsidi oleh distributor dan kios resmi pupuk subsidi.”
Account Executive Perwakilan PT Pupuk Indonesia, Syarifuddin, menyampaikan bahwa seluruh kios resmi diwajibkan menyediakan stok pupuk minimal untuk kebutuhan satu minggu ke depan. Ia juga menjelaskan bahwa proses penyaluran pupuk subsidi kini dilakukan melalui aplikasi iPubers. Dengan sistem ini, petani cukup datang ke kios resmi dengan membawa KTP, lalu datanya akan diinput ke aplikasi sebagai syarat untuk menebus pupuk subsidi.
Dalam paparannya, Syarifuddin menyebutkan bahwa alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Bone tahun anggaran 2025 mencapai 147.347 ton yang terdiri dari urea, NPK, NPK formula khusus, dan pupuk organik. Realisasi penyaluran hingga awal Juni telah mencapai 55.411 ton atau sekitar 38 persen dari total alokasi. Sementara stok pupuk subsidi yang masih tersedia saat ini mencapai 11.626 ton, yang terdiri dari 4.851 ton urea, 6.145 ton NPK, 306 ton NPK formula khusus, dan 324 ton pupuk organik.
Kegiatan temu kios ini diikuti oleh 142 kios resmi pupuk subsidi dan 6 distributor di Kabupaten Bone. Selain sebagai ajang evaluasi penyaluran selama semester pertama, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman administrasi bagi para kios dan distributor agar proses penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai aturan. <spl>





Komentar