Mamuju – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat mengadakan kegiatan “coaching clinic” guna mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP), khususnya dari aktivitas perusahaan kelapa sawit yang menjadi salah satu pengguna air permukaan terbesar di wilayah ini.
Kepala BPKPD Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pendataan, dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha. Hal ini penting agar potensi Pajak Air Permukaan dapat digali secara maksimal namun tetap berkeadilan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan pemahaman teknis dalam pemungutan PAP, sehingga potensi pajak dapat terserap optimal tanpa mengabaikan prinsip keadilan,” ujar Masriadi di Mamuju, Minggu (19/5).
Coaching clinic tersebut menghadirkan sejumlah tenaga ahli Gubernur Sulbar dari bidang antar-lembaga, ekonomi, dan teknologi informasi untuk memberikan wawasan teknis serta menegaskan peran strategis pemungutan Pajak Air Permukaan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bagian Perundang-undangan Biro Hukum Setda Sulbar, OPD teknis terkait, serta perwakilan perusahaan perkebunan sawit sebagai subjek pajak.
Diskusi mendalam dalam coaching clinic mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi perpajakan daerah terkait PAP, metode penghitungan volume pemanfaatan air, kewajiban pelaporan perusahaan, hingga penerapan sistem informasi perpajakan yang transparan dan akuntabel.
Masriadi menambahkan bahwa masih banyak perusahaan sawit yang belum sepenuhnya terdata atau belum dikenai pajak sesuai dengan volume air permukaan yang mereka gunakan. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan edukatif melalui coaching clinic dianggap langkah strategis.
“Kami terus berkomitmen memperkuat tata kelola pajak daerah yang transparan, adil, dan berbasis data agar kontribusi sektor PAP dari perusahaan sawit meningkat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Barat,” tutup Masriadi.
Dengan langkah ini, Sulbar optimis mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. <spl>





Komentar